Transformasi, PTPN Ditarget Berkontribusi ke GDP Capai Rp37 Triliun
Kamis, 21 Februari 2019 - 17:47 WIB
Transformasi, PTPN Ditarget Berkontribusi ke GDP Capai Rp37 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dolly P. Pulungan menerangkan, melalui proses transformasi menjadi “Indonesia Modern Agriculture Company” ke depannya PTPN ditargetkan mampu memberikan nilai tambah kepada perekonomian nasional. Salah satu di antaranya berkontribusi sebesar Rp37 triliun kepada GDP Indonesia setiap tahunnya, berkontribusi sebesar Rp3 triliun kepada devisa dari ekspor setiap tahunnya.
"PTPN Grup juga akan berperan aktif dalam ketahanan energi melalui program green diesel (B20-B100) dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi. Kami pun senantiasa meningkatan kompetensi petani dan produktivitas perkebunan rakyat dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Serta menyediakan lapangan kerja dari sektor hulu sampai hilir perkebunan," ujar Dolly di Jakarta, Kamis (21/2/2019)
Kemudian, pada kesempatan yang sama, perwakilan serikat pekerja PTPN bersama Menteri BUMN dan Dirut Holding Perkebunan Nusantara diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka di Jakarta. Presiden ingin mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi para pekerja perkebunan di Indonesia.
Pada momen ini, Presiden Jokowi mendorong PTPN untuk lebih meningkatkan lagi kesejahteraan para pekerja Holding Perkebunan Nusantara yang tersebar di seluruh tanah air. Salah satunya dengan mewacanakan program pemberian lahan kepada tiap pekerja PTPN yang telah bekerja lebih dari 10 tahun. Misalkan, pekerja tersebut berhak memperoleh lahan seluas 1.000 meter persegi di area PTPN yang menjadi area kerja para pekerja.
Adapun status lahan dimaksud adalah hak milik dengan catatan di sertifikat, apabila lahan akan dilepas di kemudian hari oleh pekerja maka harus dijual kembali kepada PTPN. Kendati demikian, Presiden meminta agar usulannya tersebut dikaji dan dirumuskan terlebih dahulu oleh Menteri BUMN.
"PTPN Grup juga akan berperan aktif dalam ketahanan energi melalui program green diesel (B20-B100) dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi. Kami pun senantiasa meningkatan kompetensi petani dan produktivitas perkebunan rakyat dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Serta menyediakan lapangan kerja dari sektor hulu sampai hilir perkebunan," ujar Dolly di Jakarta, Kamis (21/2/2019)
Kemudian, pada kesempatan yang sama, perwakilan serikat pekerja PTPN bersama Menteri BUMN dan Dirut Holding Perkebunan Nusantara diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka di Jakarta. Presiden ingin mendengar langsung persoalan-persoalan yang dihadapi para pekerja perkebunan di Indonesia.
Pada momen ini, Presiden Jokowi mendorong PTPN untuk lebih meningkatkan lagi kesejahteraan para pekerja Holding Perkebunan Nusantara yang tersebar di seluruh tanah air. Salah satunya dengan mewacanakan program pemberian lahan kepada tiap pekerja PTPN yang telah bekerja lebih dari 10 tahun. Misalkan, pekerja tersebut berhak memperoleh lahan seluas 1.000 meter persegi di area PTPN yang menjadi area kerja para pekerja.
Adapun status lahan dimaksud adalah hak milik dengan catatan di sertifikat, apabila lahan akan dilepas di kemudian hari oleh pekerja maka harus dijual kembali kepada PTPN. Kendati demikian, Presiden meminta agar usulannya tersebut dikaji dan dirumuskan terlebih dahulu oleh Menteri BUMN.
(akr)
Lihat Juga :