Pernyataan The Fed Bantu USD, Rupiah Melemah ke Rp14.017
Rabu, 27 Februari 2019 - 10:55 WIB
Pernyataan The Fed Bantu USD, Rupiah Melemah ke Rp14.017
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu (27/2/2019) berbalik melemah. Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah turun 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.015 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp14.010 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat mata uang kecintaan kita berada di Rp14.004 per USD, melemah 14 poin dibanding level Rp13.990 per USD pada Selasa kemarin.
Data Bloomberg mencatat rupiah pada Rabu ini berbalik melemah 26 poin atau 0,19% menjadi Rp14.017 per USD pada pukul 10.32 WIB, setelah kemarin ditutup di level Rp13.991 per USD. Awal dagang, rupiah dibuka menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.985 per USD.
Hal ini membuat rupiah menjadi mata uang kedua terlemah di Asia, setelah baht Thailand yang melemah 0,33% ke level 31,4 baht per USD. Kemudian dolar Singapura tertekan 0,05% menjadi 1,34 per USD.
Dolar Amerika Serikat mendapat pertolongan dari pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang menegaskan bahwa The Fed akan tetap sabar dalam melakukan kebijakan moneter. Seiring meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global dan data ekonomi AS yang lunak belakangan ini, The Fed menempuh jalan mempertahankan suku bunga demi menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Melansir dari Reuters, Rabu (27/2), hal ini membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama, pulih ke level 96,056, setelah turun 0,4% di sesi sebelumnya di level 95,948.
Meski demikian, USD masih melemah terhadap poundsterling Inggris. Mata uang Ratu Elizabeth II itu melanjutkan reli setelah PM Theresa May menawarkan anggota parlemen kesempatan untuk menunda Brexit, membuka kemungkinan untuk menghindari kekacauan dari Uni Eropa.
Poundsterling Inggris naik 0,1% menjadi USD1,1361, setelah melonjak lebih dari 1% pada sesi sebelumnya di level USD1,3288, level tertinggi lima bulan.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mencatat mata uang kecintaan kita berada di Rp14.004 per USD, melemah 14 poin dibanding level Rp13.990 per USD pada Selasa kemarin.
Data Bloomberg mencatat rupiah pada Rabu ini berbalik melemah 26 poin atau 0,19% menjadi Rp14.017 per USD pada pukul 10.32 WIB, setelah kemarin ditutup di level Rp13.991 per USD. Awal dagang, rupiah dibuka menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.985 per USD.
Hal ini membuat rupiah menjadi mata uang kedua terlemah di Asia, setelah baht Thailand yang melemah 0,33% ke level 31,4 baht per USD. Kemudian dolar Singapura tertekan 0,05% menjadi 1,34 per USD.
Dolar Amerika Serikat mendapat pertolongan dari pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang menegaskan bahwa The Fed akan tetap sabar dalam melakukan kebijakan moneter. Seiring meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global dan data ekonomi AS yang lunak belakangan ini, The Fed menempuh jalan mempertahankan suku bunga demi menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid.
Melansir dari Reuters, Rabu (27/2), hal ini membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama, pulih ke level 96,056, setelah turun 0,4% di sesi sebelumnya di level 95,948.
Meski demikian, USD masih melemah terhadap poundsterling Inggris. Mata uang Ratu Elizabeth II itu melanjutkan reli setelah PM Theresa May menawarkan anggota parlemen kesempatan untuk menunda Brexit, membuka kemungkinan untuk menghindari kekacauan dari Uni Eropa.
Poundsterling Inggris naik 0,1% menjadi USD1,1361, setelah melonjak lebih dari 1% pada sesi sebelumnya di level USD1,3288, level tertinggi lima bulan.
(ven)