Rugikan Konsumen dan Mitra, YLKI Minta Ojol Stop Perang Tarif

Rabu, 27 Februari 2019 - 16:56 WIB
Rugikan Konsumen dan...
Rugikan Konsumen dan Mitra, YLKI Minta Ojol Stop Perang Tarif
A A A
JAKARTA - Perang tarif antarperusahaan penyedia aplikasi transportasi daring atau ojek online (ojol) semakin memanas. Meski dianggap hal yang lazim, banjirnya promo tarif ojol yang cenderung jual rugi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak buruk pada kualitas layanan.

Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno mengatakan, fenomena perang tarif ini harus segera dihentikan demi menjaga pelayanan terhadap konsumen dan pendapatan pengemudi (driver).

"Kalau tidak distop ini akan menjadi masalah baru. Karena ujung-ujungnya konsumen dan pengemudi juga yang dirugikan," kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Agus mengatakan, pengenaan tarif sangat murah yang saat ini dilakukan perusahaan ojol asal Malaysia, GRAB, memang terlihat dapat meningkatkan jumlah permintaan. Dampaknya, kata dia, adalah perolehan upah harian pengemudi GRAB seakan-akan tinggi. "Padahal sebenarnya semua itu subsidi," tuturnya.

Dengan adanya subsidi tadi, lanjut Agus, para mitra pun diyakini akan berlomba-lomba untuk meraih banyak order. Hal itu dikhawatirkan dapat mengesampingkan faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Berangkat dari hal tersebut, Agus pun menyarankan manajemen GRAB untuk menggunakan dana besarnya untuk fokus meningkatkan layanan kepada konsumen itu. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan keterampilan berkendara, edukasi kepribadian dan ramah tamah kepada konsumen, kelayakan kostum, dan sebagainya.

"Percuma tarif murah tapi layanan buruk. Dampak yang terjadi akibat layanan yang rendah berpotensi dibayar lebih mahal oleh konsumen," ucapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rencana Kenaikan Tarif...
Rencana Kenaikan Tarif Ojek Online hingga 15 Persen
Driver Ojol Khawatir...
Driver Ojol Khawatir Kenaikan Tarif Bikin Pendapatan Menurun
Miris, Driver Ojol Jarang...
Miris, Driver Ojol Jarang Dapat Bonus dan Tips Sejak Tarif Berubah
Kemenhub: Kenaikan Tarif...
Kemenhub: Kenaikan Tarif Ojol 15% Belum Final
Tarif Ojol Baru Efektif...
Tarif Ojol Baru Efektif Berlaku 29 Agustus 2022, Asosiasi Minta Operator Taat
Ojek Online Ancam Demo...
Ojek Online Ancam Demo Lanjutan Jika Kominfo Tak Penuhi Tuntutan selama Dua Minggu
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved