Dukung Stabilitas Rupiah, BNI Bantu Perkenalkan Transaksi DNDF

Kamis, 28 Februari 2019 - 01:12 WIB
Dukung Stabilitas Rupiah,...
Dukung Stabilitas Rupiah, BNI Bantu Perkenalkan Transaksi DNDF
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berkomitmen ikut serta dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, antara lain dengan memberikan dukungan terhadap Bank Indonesia (BI) dalam mensosialisasikan dan memasarkan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan skema transaksi Local Currencies Settlement (LCS). Tujuannya agar produk tersebut lebih dimanfaatkan para pelaku pasar, di antaranya adalah eksportir dan importir yang menjadi nasabah BNI.

“Salah satu program BNI dalam mendukung aktifnya transaksi DNDF dan skema transaksi LCS adalah dengan mengangkat tema pada Event Economic outlook 2019 dan Customer Gathering yang diadakan oleh BNI,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

DNDF merupakan transaksi derivatif valas terhadap rupiah yang standar (plain vanilla) berupa transaksi forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik. Sedangkan mekanisme LCS merupakan kesepakatan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal yaitu rupiah, ringgit, dan baht dalam transaksi pembayaran barang dan jasa antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Adi melanjutkan, transaksi DNDF dan skema transaksi LCS merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Menurut dia, produk yang baru diluncurkan oleh BI ini perlu disosialisasikan lebih lanjut oleh BI agar eksportir dan importir mendapatkan manfaat penuh dari produk yang diluncurkan oleh BI tersebut. Maka dari itu, dalam event Economic Outlook 2019 mengangkat tema mengenai DNDF dan transaksi LCS.

Seminar yang dilaksanakan, kemarin dihadiri oleh 60 nasabah korporasi eksportir dan importir. Peserta pun antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber yaitu Direktur Pengembangan Pasar Bank Indonesia Yoga Affandi yang memaparkan materi Transaksi DNDF dan Skema transaksi LCS.

Selain itu, materi mengenai kondisi ekonomi makro dibawakan oleh Chief Economist BNI Kiryanto. Adapun materi mekanisme transaksi DNDF dan LCS disampaikan oleh Head of Derivative and Structured Product Group Divisi Tresuri BNI Ikhwani Fauzana.

Pada kesempatan ini BNI juga memberikan beberapa award kepada beberapa perusahaan. Diantaranya adalah award untuk Pertamina sebagai The Most Active Hedging Transaction 2018, PLN sebagai The Most Local Currencies Settlement (LCS), dan Sinar Mas Agro Resources & Technology sebagai The Most Active Forex Transaction for Corporate in 2018.

Sambung Adi menjelaskan, animo eksportir dan importir terhadap LCS cukup tinggi. Hal ini terlihat dari total transaksi Local Currencies Settlement (LCS) dengan nasabah pada tahun 2018 (atau tahun pertama diluncurkannya LCS) adalah sebesar Rp1,15 triliun.

Sementara itu, BNI mencatatkan peningkatan volume transaksi valuta asing dengan nasabah sebesar 14,04% (year on year/ yoy) pada tahun 2018. Begitu juga volume transaksi lindung nilai (hedging) dengan nasabah BNI pada tahun 2018 meningkat 27,53% yoy.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, BNI Seoul Buka Peluang Pasar
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
Hati-hati! Ketidakpastian...
Hati-hati! Ketidakpastian Pasar Keuangan Masih Tinggi
BNI Gandeng Duluin Perluas...
BNI Gandeng Duluin Perluas Inklusi Keuangan, Bikin Karyawan Sejahtera
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
9 Manfaat Rebusan Daun...
9 Manfaat Rebusan Daun Beluntas, Bantu Kendalikan Kadar Gula Darah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved