Bank Indonesia Dukung Geliat Pariwisata Tarakan

Jum'at, 08 Maret 2019 - 19:01 WIB
Bank Indonesia Dukung...
Bank Indonesia Dukung Geliat Pariwisata Tarakan
A A A
TARAKAN - Pemerintah daerah perlu mendorong kegiatan pariwisata dan mendorong ekspor produk daerah. Kegiatan ini diharapkan menggiatkan ekonomi masyarakat dan UMKM.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, jika daerah dapat mengundang turis asing dan mendatangkan devisa, maka hal itu bagus untuk kestabilan nilai tukar rupiah.

"Contoh negara Thailand yang dapat mendatangkan turis dari luar negeri sebanyak 35 juta," ujarnya saat kunjungan kerja dengan Wali kota Tarakan Khairul di rumah adat khas Tarakan yaitu Balai Adat Tidung Budaya, Taraka Kamis (7/3/2019). Turut hadir pula Ketua Dewan Adat Dayak Tidung Kaltara, dan Kepala Adat Besar Tidung Kalimantan.

Di Indonesia, lanjut dia, turis yang datang meningkat dari 9 juta (2014) menjadi sekitar 14,39 juta per november 2018. Namun sebagian besar turis menjadikan Bali dan Yogyakarta sebagai kota tujuan, padahal banyak kota lain yang bagus hanya saja orang-orang belum mengenalnya, termasuk Tarakan.

Adapun potensi wisata di Kaltara adalah Desa Setulang, Metun Sajau, Kawasan Konservasi Mangrove (Hutan Bekantan), Air Terjun Semolon, Air Terjun Gunung Amal, sedangkan potensi komoditas ekspor Kaltara adalah perikanan dan pertambangan.

Sementara itu, Pemda Kota Tarakan mengapresiasi kehadiran Kantor Perwakilan BI di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sehingga sinergi untuk membangun wilayah setempat dapat semakin terbangun.

"Sinergi dan koordinasi dibangun antara lain dalam upaya menjaga inflasi melalui TPID untuk menjaga harga kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat," ujar Walikota Tarakan, Khairul.

Mirza mengatakan tugas utama BI dalam menjaga nilai rupiah, salah satunya melalui pasokan sektor riil sehingga produksi barang dan jasa harus cukup, khususnya kebutuhan pangan.

Inflasi Kaltara tercatat sebesar 5% (2018) dan diproyeksi pada 2019 sebesar 3,2%. Inflasi diharapkan tetap terjaga rendah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain melalui sektor riil, upaya menjaga nilai rupiah ditempuh melalui peran daerah untuk turut bersama membantu menjaga nilai rupiah (nilai kurs) dengan mendorong kemajuan kegiatan pariwisata daerah dan mendorong ekspor produk daerah.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fasilitasi Saung Angklung...
Fasilitasi Saung Angklung Udjo, BI Dorong Industri Seni dan Pariwisata
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Berita Terkini
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
17 menit yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved