Pembiayaan Mandiri Syariah Capai Rp67,75 Triliun

Selasa, 12 Maret 2019 - 00:14 WIB
Pembiayaan Mandiri Syariah...
Pembiayaan Mandiri Syariah Capai Rp67,75 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) sepanjang tahun 2018 mencatat pembiayaan Rp67,75 triliun atau naik 11,63% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp60,69 triliun. Peningkatan pembiayaan tersebut didorong oleh pembiayaan segmen Ritel yang tumbuh 15,49% dari Rp34,59 triliun per akhir 2017 menjadi Rp39,95 triliun per akhir 2018.

Sedangkan pembiayaan segmen Wholesale (Korporat dan Komersial) tumbuh 6,5% (year on year) dari Rp26,1 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp27,79 triliun pada akhir 2018.

"Kami membukukan kinerja yang makin baik seiring fokus penumbuhan pada segmen ritel dan pengembangan transaction banking," ujar Direktur Wholesale Banking Mandiri Syariah, Kusman Yandi saat paparan kinerja Mandiri Syariah 2018 di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Adapun laba bersih perseroan juga naik sebesar 65,74% (yoy) menjadi Rp605 miliar. Peningkatan laba antara lain ditopang oleh membaiknya Fee Based Income (FBI) sebesar 19,4% dari Rp943 miliar menjadi Rp1,13 triliun.

Menurut Kusman, FBI perseroan bersumber dari jasa transaksi dan lainnya. Selain dari FBI, sumber laba perusahaan adalah pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang tumbuh 5,52% menjadi Rp7,69 triliun per akhir 2018.

Pada akhir tahun ini, perseroan optimistis laba bersih dapat tumbuh sekitar 50% hingga 60%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing/NPF Nett di angka 1,56% dengan NPF Gros 3,28%. "Tahun ini mudah-mudahan NPF bisa dikisaran 2,5%," papar dia.

Adapun Financing To Deposit Ratio (FDR) sebesar 82,58% dan rasio permodalan (Capital Adequacy Ratio) sebesar 16,26%. Kusman melanjutkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga naik 12,28% menjadi Rp87,47 triliun.

DPK tersebut terdiri dari komposisi dana murah (current account saving account/CASA) sebesar Rp44,46 triliun dan sisanya sebesar Rp43 triliun. "Hingga akhir tahun, kami perkiraan DPK akan bisa tumbuh sebesar 10% sampai 11%," ungkap dia.

Direktur Utama Mandir Syariah, Toni EB Subari, menuturkan total pendapatan bersih perseroan mencapai Rp6 triliun atau naik 8,4% dengan kenaikan aset bank menjadi sebesar Rp87,94 triliun. Tahun ini, perseroan akan tetap fokus pada penghimpunan dana murah dan melanjutkan fitur-fitur digital bank untuk meningkatkan transaksi.

Saat ini, fitur yang telah dikembangkan Mandiri Syariah adalah QR Pay, serta layanan crowdfunding. Perseroan juga menghadirkan fitur wakaf digital melalui mobile banking dan website khusus, selain fitur pembayaran zakat yang sudah hadir lewat mesin ATM dan mobile.

Adapun untuk belanja modal (Capital expenditure) digital IT pada tahun ini, perseroan menganggarkan sebesar Rp270 miliar. "Belanja modal IT kita tahun ini naik dibandingkan dengan capex tahun lalu dari Rp190 miiar," ungkap dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Mandiri Syariah Punya...
Mandiri Syariah Punya Tabungan Bisnis untuk Pengusaha, Mau Tau Benefitnya
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Merger Bank Syariah...
Merger Bank Syariah Bakal Dongkrak Bisnis Industri Halal
Catat! Merger 3 Bank...
Catat! Merger 3 Bank Syariah Sah per 1 Februari 2021
Mandiri Syariah Kucurkan...
Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved