BTN Syariah Roadshow KPR Hits di Sejumlah Kota Besar

Minggu, 17 Maret 2019 - 22:18 WIB
BTN Syariah Roadshow...
BTN Syariah Roadshow KPR Hits di Sejumlah Kota Besar
A A A
JAKARTA - Triwulan pertama tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui anak usahanya, BTN Syariah menggelar roadshow penawaran Pembiayaan Properti BTN iB Kredit Pemilikan Rumah (KPR Hits) ke sejumlah kota besar di Indonesia diantaranya Surabaya, Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Pembiayaan Properti BTN iB dengan callname KPR Hits merupakan jenis KPR non subsidi memiliki keistimewaan dibandingkan produk pembiayaan perumahan milik BTN Syariah sebelumnya, yaitu menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah.

Akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) merupakan fitur baru produk KPR dari BTN Syariah yang selama ini menggunakan akad Murabahah (jual beli) dan Istishna’ (jual beli pesanan).

"Kami perlu mengenalkan lebih dekat mengenai keistimewaan KPR Hits ke berbagai kota yang potensial tertarik dengan produk ini, yaitu kota besar dengan jumlah penduduk milenial yang tinggi namun cerdas dalam merencanakan keuangannya demi masa depan termasuk memiliki rumah sendiri," kata Direktur Bank BTN, Budi Satria dalam keterangan persnya, Minggu (17/3/2019).

Budi menilai potensi KPR Hits di Jawa Timur sangat besar karena jumlah penduduknya besar. Berdasarkan perhitungan Bank BTN, potensi KPR Hits tahun 2019 di Jawa Timur sekitar 288 nasabah dengan jumlah penyaluran KPR sekitar lebih dari Rp143 miliar.

"Backlog atau selisih pasokan dan kebutuhan perumahan di Jawa Timur mencapai 894.359. Artinya kebutuhan masyarakat akan rumah belum seluruhnya terfasilitasi. Maka dengan KPR Hits, kami bisa menarik generasi milenial memiliki rumah idamannya sehingga jumlah backlog dapat berkurang," kata Budi Satria.

Salah satu daya tariknya adalah jenis akadnya. Akad Musyarakah Mutanaqisah merupakan gabungan atau hybrid dari dua akad yaitu akad Musyarakah dan Ba’i yang artinya pembelian rumah atau apartemen yang menjadi agunan KPR merupakan aset bersama antara bank dengan nasabah dengan porsi kepemilikan yang telah disepakati pada saat awal akad.

Porsi kepemilikan nasabah akan bertambah seiring pembayaran angsuran sehingga pada saat pembiayaan lunas, porsi kepemilikan rumah atau apartemen akan beralih sepenuhnya ke nasabah.

Selain akad yang digunakan, BTN Syariah juga menawarkan sejumlah keringanan yang lain bagi nasabah KPR Hits, diantaranya uang muka ringan mulai 1%, angsuran yang terjangkau dengan dua pilihan skema. Pertama, dengan ujroh atau uang sewa (fee) sebesar 7,75% fixed selama 3 tahun pertama.

Kedua, dengan ujroh sebesar 8,25% fixed selama 5 tahun pertama, selanjutnya berjenjang selama jangka waktu KPR sampai dengan 30 tahun. KPR Hits juga memberikan peluang pelunasan KPR tanpa biaya pinalti.

Adapun syarat-syarat mengajukan KPR Hits cukup mudah. Diantaranya nasabah berusia minimal 21 tahun, memiliki pekerjaan tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun dan yang penting agunan yang digunakan adalah rumah atau apartemen atau ruko ready stock atau sudah tersedia, bukan yang belum dibangun atau berbentuk kavling tanah.

Unit ready stock yang dimaksud, menurut Budi, berbentuk properti baru maupun seken, dengan syarat memiliki dokumen legalitas properti yaitu SHM/SHGB dan IMB serta berada di lokasi yang marketable. Selain pembelian properti baru, KPR Hits juga dapat digunakan untuk take over dan top up (refinancing).

Budi menambahkan KPR Hits tidak hanya terbatas bagi nasabah muslim namun terbuka juga bagi nasabah non muslim yang membutuhkan pembiayaan rumah yang terjangkau sesuai kemampuan mereka.

Tahun 2019, BTN Syariah mengejar target untuk meningkatkan kontribusinya ke induk usaha. Sejak berdiri 14 tahun yang lalu, BTN Syariah telah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp26 triliun dan telah membukukan aset senilai Rp28,5 triliun. Jawa Timur, sebagai salah satu kontributor utama dalam kinerja BTN syariah membukukan kinerja yang cukup baik.

Kinerja wilayah Jawa Timur pada 2018 untuk aset sekitar Rp2,5 triliun, meningkat kurang lebih 18 % dan memberikan kontribusi sekitar 7,31% dari aset UUS BTN nasional. Hal tersebut ditopang dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan menjadi sebesar Rp2,5 triliun, meningkat 19,04% dan memberikan kontribusi sebesar 11,39% dari penyaluran pembiayaan UUS BTN nasional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merespons permintaan...
Merespons permintaan Pasar, BTN Gelar Akad Massal KPR BP2BT
Unit Syariah BTN Tumbuh...
Unit Syariah BTN Tumbuh Double Digit di Tengah Pandemi
Tancap Gas Kejar Target,...
Tancap Gas Kejar Target, BTN Akan Gelar Pameran Virtual KPR Merdeka Berbunga Murah
Laba BTN Melesat 39,72%...
Laba BTN Melesat 39,72% di Kuartal III Tahun 2020
71 Tahun Bank BTN Telah...
71 Tahun Bank BTN Telah Realisasikan Kredit Lebih Rp640 Triliun
Wow, KPR Subsidi BTN...
Wow, KPR Subsidi BTN Sudah Termasuk Paket Kompor Induksi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved