Fed Fund Rate Makin Longgar, Ekonom Yakini BI Tahan Bunga Acuan

Rabu, 20 Maret 2019 - 20:01 WIB
Fed Fund Rate Makin...
Fed Fund Rate Makin Longgar, Ekonom Yakini BI Tahan Bunga Acuan
A A A
JAKARTA - Ekonom meyakini arah gerak Fed Fund Rate (FFR) semakin longgar (dovish) dimana bank sentral AS tersebut tidak lagi agresif menaikkan suku bunganya mengingat sudah ada indikasi perlambatan pertumbuhan ekonomi di bawah 3% disertai laju inflasi mendekati 2%.

Namun, The Fed masih memiliki dua pilihan, antara menahan FFR di level saat ini 2,25%-2,50% hingga akhir tahun 2019 atau menaikkan FFR hanya sekali sebesar 25 bps menjadi 2,5%-2,75% hingga akhir tahun 2019.

"Bahkan ada yang menghendaki FFR turun 25 bps menjadi 2,0%-2,25% hingga akhir tahun 2019 untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi AS," kata Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Sejumlah bank sentral di dunia juga cenderung menahan suku bunga acuannya dan beberapa bank sentral malah sudah menurunkan suku bunga acuan (Bank of Japan (BOJ) and the European Central Bank (ECB)).

Dengan demikian, diramalkan Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI besok masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI7DRRR di level 6%.

"Hal tersebut disebabkan BI dan pemerintah memiliki stance yang sama, yakni stability over growth, sehingga pilihan paling rasional dan taktis adalah RDG BI tetap menahan BI7DRRR di level 6% juga deposit facility dan lending facility di level yang tetap," ujarnya.

Ryan melanjutkan, level bunga acuan yang 6% saat ini sesungguhnya sudah priced in atau factored in dimana level 6% ini sudah mempertimbangkan peluang FFR naik 25-50 bps di tahun 2019 ini. Langkah BI yang tahun 2018 lalu secara agresif menaikkan BI7DRRR sebesar 175 bps dari 4,25% ke 6% menurutnya merupakan langkah antisipatif (preemptive dan ahead the curve) yang tepat mengiringi kenaikan FFR 100 bps saat itu.

Menurut Ryan, keputusan mempertahankan bunga acuan bisa membantu penguatan daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tekanan eksternal (perang dagang, risiko geopolitik dan Brexit), menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya rupiah, dan mempertahankan daya tarik investor asing untuk memegang aset dalam rupiah karena lebih atraktif.

"Juga membantu masuknya dana asing atau capital inflows yang dapat menguatkan kurs rupiah, IHSG di BEI serta memperkecil defisit transaksi berjalan (CAD) menjauhi 3% dari PDB," ungkap dia. Selain itu, momentum pertumbuhan pun masih bisa dikelola dengan baik.

"Dengan ditahannya BI7DRRR akan disambut gembira kalangan perbankan, sektor riil dan investor portofolio karena level 6% ini dinilai akomodatif," imbuhnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
BI Kembali Pertahankan...
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Maret 2026 di Level 4,75 Persen
BI Kembali Tahan Suku...
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan November di Level 4,75%
Membaca Peluang Tipis...
Membaca Peluang Tipis Penurunan Suku Bunga Acuan BI Jelang Tutup Tahun 2025
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Berita Terkini
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
11 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
8 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
9 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
10 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved