Ekonom Prediksi BI Tahan Suku Bunga Acuan 6,25%, Ini Pertimbangannya
Kamis, 20 Juni 2024 - 09:59 WIB
loading...
Bank Indonesia diproyeksikan akan menahan suku bunga acuan di level 6,25%. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memproyeksikan Bank Indonesia (BI) bakal mempertahankan suku bunga acuan periode ini.
Pertimbangan pertama, setelah perayaan Idul Fitri, inflasi umum di Indonesia turun menjadi 2,84 persen (yoy) di bulan Mei 2024 dari 3 persen (yoy) di bulan April 2024 dan masih berada dalam kisaran target BI.
"Penurunan inflasi umum terjadi karena berkurangnya permintaan konsumen pasca Idul Fitri dan stabilnya harga bahan pangan akibat musim panen," kata Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp16.450 per USD Sudah Mengkhawatirkan, Saatnya BI Bergerak Cepat
Tingkat inflasi saat ini masih berada di dalam kisaran target BI sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen. Penurunan inflasi sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya permintaan konsumen pasca-Idulfitri, yang terlihat dari penurunan tingkat inflasi untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, yang turun menjadi 6,18 persen (yoy) pada Mei 2024 dari 7,04 persen (yoy) pada April 2024.
Pertimbangan pertama, setelah perayaan Idul Fitri, inflasi umum di Indonesia turun menjadi 2,84 persen (yoy) di bulan Mei 2024 dari 3 persen (yoy) di bulan April 2024 dan masih berada dalam kisaran target BI.
"Penurunan inflasi umum terjadi karena berkurangnya permintaan konsumen pasca Idul Fitri dan stabilnya harga bahan pangan akibat musim panen," kata Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp16.450 per USD Sudah Mengkhawatirkan, Saatnya BI Bergerak Cepat
Tingkat inflasi saat ini masih berada di dalam kisaran target BI sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen. Penurunan inflasi sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya permintaan konsumen pasca-Idulfitri, yang terlihat dari penurunan tingkat inflasi untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, yang turun menjadi 6,18 persen (yoy) pada Mei 2024 dari 7,04 persen (yoy) pada April 2024.
Lihat Juga :