Rupiah Membaik di Akhir Sesi, Euro dan Yen Hantam Dolar

Kamis, 21 Maret 2019 - 17:12 WIB
Rupiah Membaik di Akhir...
Rupiah Membaik di Akhir Sesi, Euro dan Yen Hantam Dolar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (21/3/2019) ditutup masih lebih baik dari sesi kemarin untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari. Membaiknya kurs rupiah mengiringi rally Euro dan Yen Jepang saat dolar AS ambruk mendekati posisi terendah dua pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan lebih tinggi pada level Rp14.135/USD atau melawan baik dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.183/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.079 hingga Rp14.227/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau dengan berada pada level Rp14.102/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mendaki dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.231/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat juga melompat, pada perdagangan spot exchange merayap ke level Rp14.140/USD dibandingkan tengah pekan, kemarin Rp14.187/USD. Rupiah dalam perdagangan hari kedua pekan ini bergerak pada kisaran Rp14.093-Rp14.140/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah melaju mendatar untuk bertengger ke posisi Rp14.137/USD untuk terus memperlihatkan sinyal penguatan. Posisi ini membaik dari penutupan, Rabu kemarin.

Di sisi lain pernyataan dovish Federal Reserve alias Bank Sentral Amerika Serikat memicu rally beberapa mata uang seperti euro, yen dan dolar Australia dari sesi semalam hingga perdagangan Kamis. Sedangkan greenback mendekati posisi terendah dua minggu karena investor mulai bersiap menghadapi kebijakan suku bunga AS untuk akhir tahun ini.

Euro naik ke level 1,1437 saat melawan USD atau menjadi yang terkuat sejak awal Februari. Meski sedikit turun dalam perdagangan London tetapi bertahan di atas 1,14 terhadap dolar AS. Selanjutnya pelemahan dolar juga terjadi saat menghadapi Yen Jepang di posisi 110,47, dengan kerugian 0,6% dalam sesi sebelumnya dan menjadi penurunan terbesar sejak flash crash awal Januari.

Melawan enam mata uang utama lainnya, indeks dolar mencapai titik terlemah sejak awal Februari sebelum pulih sedikit ke level 96.019 atau merayap 0,3%. Mata uang yang cenderung berkinerja baik ketika risiko meningkat yakni Dolar Australia naik 0,4% menjadi 0,7150 per USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
18 menit yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
49 menit yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
1 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
2 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
3 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
6 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved