GoJek Ditolak Filipina, Ekonom Sebut Masuk Ranah Pemerintah

Kamis, 21 Maret 2019 - 21:27 WIB
GoJek Ditolak Filipina,...
GoJek Ditolak Filipina, Ekonom Sebut Masuk Ranah Pemerintah
A A A
JAKARTA - Layanan ride-hailing GoJek untuk kedua kalinya ditolak beroperasi di Filipina. Akademisi dari Universitas Indonesia, Andi Fahmi Lubis, menilai bahwa urusan tersebut sebenarnya sudah masuk ke ranah antar pemerintah.

"Ini harusnya sudah mulai G to G, Government to Government," ujarnya saat ditemui dibilangan Senopati, Jakarta Selata, Kamis (21/3/2019).

Ekspansi GoJek ke berbagai negara khususnya Filipina, menurut Andi bisa meramaikan persaingan pasar layanan ojek online di negara tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat di Filipina malah menginginkan pemain baru bagi mereka.

"Bahkan masyarakat setempat minta pemain baru. Mereka berharap ada pemain lokal mereka tapi kan tidak muncul. Jadi untuk transportasi online ada spesial case. Bisa menjadi alasan mengecualikan aturan 40% minimal asing," kata Andi.

Sebagai solusi, pria yang juga berprofesi sebagai dosen ekonomi di Universitas Indonesia ini menyebut opsi pertukaran perusahaan rintisan atau startup antar negara bisa menjadi pilihan. "Bisa saja pakai mutual begitu ya. Biar sama-sama menguntungkan. Mungkin Filipina bilang Anda masuk ke kami, keuntungan buat kami apa," imbuhnya.

Dikabarkan sebelum, regulator transportasi darat Kementerian Perhubungan Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/ LTFRB) lagi-lagi menolak kehadiran GoJek di negaranya.

Mereka menolak GoJek Indonesia lantaran terganjal masalah kepemilikan asing, meski sudah mengakusisi perusahaan dompet digital asal Filipina, Coins.ph.

Langkah ini menyulitkan rencana GoJek untuk memperluas pasar mereka di Asia Tenggara yang saat ini didominasi oleh Grab, kompetitornya yang berbasis di Singapura.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konglomerat Top Indonesia...
Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Buka Lapangan Kerja,...
Buka Lapangan Kerja, Partai Emas Uji Coba Layanan Transportasi Daring
Cara Mitra Taksi Online...
Cara Mitra Taksi Online Menyiasati Orderan Sepi Saat Pandemi
Mitra Driver Mengeluhkan...
Mitra Driver Mengeluhkan Program Kepemilikan Mobil Grab
Berita Terkini
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
35 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
56 menit yang lalu
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
58 menit yang lalu
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
1 jam yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
1 jam yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved