IHSG Berakhir Menguat 23,50 Poin Saat Bursa Asia Naik Tipis
Jum'at, 22 Maret 2019 - 16:46 WIB
IHSG Berakhir Menguat 23,50 Poin Saat Bursa Asia Naik Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Jumat (22/3/2019) menguat untuk menjadi sinyal positif menutup pekan ini. Pada sesi sore, IHSG menguat 23.50 atau 0.36% hingga menyentuh level 6,525.27.
Pasar saham dalam negeri pada perdagangan sesi I tadi siang berbalik ke zona merah usai kehilangan 3,90 poin atau minus 0,06% menjadi 6.497,87 ketika pagi tadi menguat dengan tambahan sebesar 9,08 poin ke level 6.510,85. Sedangkan kemarin, IHSG perkasa lewat kenaikan 19,07 poin yang setara 0,29% di posisi 6.501,78.
Sektoral domestik kebanyakan bergerak pada zona hijau hingga perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor keuangan sebesar 0,99% serta peningkatan pertanian hingga 0,62%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa industri dasar yang minus 0,57% serta property jatuh 0,24%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,65 triliun dengan 16,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp486,62 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,61 triliun. Tercatat sebesar 213 saham menguat, 194 melemah dan 176 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp5.400, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) bertambah Rp100 menjadi Rp2.890 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) melonjak Rp90 ke posisi Rp3.140.
Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp2.100 menjadi Rp85.900, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) jatuh Rp140 menjadi Rp2.040 serta PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) menyusut Rp100 menjadi Rp7.350.
Di sisi lain, pasar saham utama Asia ditutup merayap pada perdagangan akhir pekan setelah sesi roller-coaster yang membuat saham naik turun di antara wilayah positif dan negatif. Hal ini lantaran investor masih bergulat dengan konsekuensi dari Federal Reserve AS alias Bank Sentral yang lebih dovish.
Pada daratan China terlihat mencetak keuntungan dipimpin Komposit Shanghai lewat kenaikan tipis 0,09% menjadi 3.104,15 untuk mengiringi lompatan Komposit Shenzhen hingga 0,203% ke level 1.700,94. Sedangkan indeks Hang Seng, Hong Kong ditutup sekitar 0,14% lebih tinggi pada posisi 29.113,36 dengan melesatnya saham teknologi.
Sebut saham Tencent yang menguat 0,55% meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba tahunan melambat dalam 13 tahun. Selanjutnya indeks MSCI Asia di luar Jepang secara luas juga meningkat 0,22% pada posisi 531,26.
Raihan positif juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang sedikit berubah pada level 21.627,34 usai mendapatkan dorongan dari perusahaan raksasa seperti Softbank Group dan Fanuc yang masing-masing sahamnya melonjak hingga 2,73% dan 1,40%.
Indeks Topix juga mengakhiri hari perdagangan dengan lebih tinggi 0,17% di level 1,617.11. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga meningkat hingga menyentuh posisi 2.186,95 ditopang saham teknologi kelas berat seperti Samsung Electronics serta produsen chip SK Hynix dengan lompatan 1,53% dan 0,26% secara beruntun.
Pasar saham dalam negeri pada perdagangan sesi I tadi siang berbalik ke zona merah usai kehilangan 3,90 poin atau minus 0,06% menjadi 6.497,87 ketika pagi tadi menguat dengan tambahan sebesar 9,08 poin ke level 6.510,85. Sedangkan kemarin, IHSG perkasa lewat kenaikan 19,07 poin yang setara 0,29% di posisi 6.501,78.
Sektoral domestik kebanyakan bergerak pada zona hijau hingga perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor keuangan sebesar 0,99% serta peningkatan pertanian hingga 0,62%. Sedangkan pelemahan terdalam menimpa industri dasar yang minus 0,57% serta property jatuh 0,24%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,65 triliun dengan 16,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp486,62 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,12 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,61 triliun. Tercatat sebesar 213 saham menguat, 194 melemah dan 176 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp5.400, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) bertambah Rp100 menjadi Rp2.890 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) melonjak Rp90 ke posisi Rp3.140.
Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp2.100 menjadi Rp85.900, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) jatuh Rp140 menjadi Rp2.040 serta PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) menyusut Rp100 menjadi Rp7.350.
Di sisi lain, pasar saham utama Asia ditutup merayap pada perdagangan akhir pekan setelah sesi roller-coaster yang membuat saham naik turun di antara wilayah positif dan negatif. Hal ini lantaran investor masih bergulat dengan konsekuensi dari Federal Reserve AS alias Bank Sentral yang lebih dovish.
Pada daratan China terlihat mencetak keuntungan dipimpin Komposit Shanghai lewat kenaikan tipis 0,09% menjadi 3.104,15 untuk mengiringi lompatan Komposit Shenzhen hingga 0,203% ke level 1.700,94. Sedangkan indeks Hang Seng, Hong Kong ditutup sekitar 0,14% lebih tinggi pada posisi 29.113,36 dengan melesatnya saham teknologi.
Sebut saham Tencent yang menguat 0,55% meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba tahunan melambat dalam 13 tahun. Selanjutnya indeks MSCI Asia di luar Jepang secara luas juga meningkat 0,22% pada posisi 531,26.
Raihan positif juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang sedikit berubah pada level 21.627,34 usai mendapatkan dorongan dari perusahaan raksasa seperti Softbank Group dan Fanuc yang masing-masing sahamnya melonjak hingga 2,73% dan 1,40%.
Indeks Topix juga mengakhiri hari perdagangan dengan lebih tinggi 0,17% di level 1,617.11. Di Korea Selatan, indeks Kospi juga meningkat hingga menyentuh posisi 2.186,95 ditopang saham teknologi kelas berat seperti Samsung Electronics serta produsen chip SK Hynix dengan lompatan 1,53% dan 0,26% secara beruntun.
(akr)
Lihat Juga :