Efek Positif Implementasi LSC ke Perdagangan Bilateral Indonesia-Thailand

Senin, 25 Maret 2019 - 10:56 WIB
Efek Positif Implementasi...
Efek Positif Implementasi LSC ke Perdagangan Bilateral Indonesia-Thailand
A A A
JAKARTA - Penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan di dalam wilayah salah satu negara dengan menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS), telah memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antar negara. Sebagai contoh, implementasi LCS antara Indonesia dan Thailand telah memberikan kepercayaan pasar dan berdampak positif bagi perdagangan bilateral Indonesia dan Thailand.

"Sejak diimplementasikan pada 11 Desember 2017, total transaksi perdagangan melalui LCS telah menunjukkan peningkatan," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Onny Widjarnako, di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Sepanjang 2018, total transaksi perdagangan melalui LCS mencapai rata-rata THB130 juta (setara Rp58 miliar) per bulan. Sementara untuk 2 bulan pertama 2019, transaksi LCS telah mencapai THB272 juta (setara Rp121 miliar) meningkat tajam dari periode yang sama tahun lalu sebesar THB69,5 juta (setara Rp30 miliar). '

Perkembangan implementasi LCS tersebut menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam diskusi pertemuan bilateral Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Thailand, Veerathai Santiprabhob pada 23 Maret 2019 di Jakarta.

Selain LCS, pertemuan strategis tersebut membahas mengenai perkembangan perekonomian kedua negara serta arah dan implementasi kebijakan bank sentral terutama di bidang sistem pembayaran. Kedua bank sentral menekankan pentingnya optimalisasi manfaat perkembangan ekonomi dan keuangan digital dengan berbagai inovasi teknologi terkini (termasuk penerapan QR Code), dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Optimalisasi manfaat ditempuh dengan tetap memitigasi potensi risiko yang mungkin terjadi, termasuk dari sisi stabilitas sistem keuangan, serta Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Teroris (PPT). Bank Indonesia dan Bank of Thailand secara rutin melakukan tukar pandangan dan pengalaman sehingga dapat memperkaya dan memperkuat kapasitas kedua belah pihak dalam mengelola risiko dan tantangan ke depan.

Demikian disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam kesempatan pertemuan. Bank Indonesia dan Bank of Thailand meyakini bahwa penguatan kerja sama antar otoritas di tingkat bilateral, regional, dan multilateral menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian perekonomian global yang tinggi.

Ke depan, kedua Gubernur meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua bank sentral, termasuk melanjutkan pertemuan bilateral dalam tataran Pimpinan Bank Sentral maupun dalam tataran teknis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bos BI Perry Warjiyo...
Bos BI Perry Warjiyo Beberkan 5 Keuntungan JAIPONG
Ada Jaipong, Bos BI...
Ada Jaipong, Bos BI Pede Perdagangan RI dan Jepang Makin Moncer
Sama-sama Kontraksi,...
Sama-sama Kontraksi, Indonesia-Filipina Cari Jalan Keluar Bareng
Negara-negara yang Menjalin...
Negara-negara yang Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Indonesia
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Afrika Selatan Jajaki...
Afrika Selatan Jajaki Peluang Investasi dan Perdagangan dengan Indonesia
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved