Rupiah Dibuka Terkapar Jadi Rp14.202/USD, Dolar Stabil

Rabu, 27 Maret 2019 - 10:42 WIB
Rupiah Dibuka Terkapar...
Rupiah Dibuka Terkapar Jadi Rp14.202/USD, Dolar Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (27/3/2019) kembali terkapar hingga menyentuh level Rp14.202/USD usai kemarin sempat mencuatkan sinyal pemulihan. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi dolar yang stabil seiring pemulihan selera investor menahan penurunan imbal hasil obligasi AS.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot menjadi Rp14.202/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam cukup dalam untuk kembali mencetak kinerja negatif usai kemarin membaik Rp14.171/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga terperosok ke posisi Rp14.215/USD. Rupiah menunjukkan memburuk di tengah pekan untuk menjadi sinyal pelemahan usai sebelumnya parkir di level Rp14.171/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi justru naik tipis di level Rp14.167/USD dengan pergerakan harian Rp14.165 hingga Rp14.210/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan kemarin Rp14.168/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.195/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.172/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.193-Rp14.213/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar mencetak kenaikan moderat pada hari Rabu karena pemulihan selera risiko investor menahan penurunan imbal hasil obligasi AS, yang jatuh ke posisi terendah 15-bulan minggu ini.

Indeks dolar versus enam mata uang utama stabil pada posisi 96,765 setelah naik hampir 0,2% dalam sesi semalam. Greenback menguat sejak perdagangan pada hari Selasa setelah imbal hasil utang Treasury 10-tahun rebound karena kenaikan saham Wall Street.

Sebuah inversi dari kurva imbal hasil AS, yang telah mendahului setiap resesi AS selama 50 tahun terakhir, mendinginkan sentimen risiko dan memicu aksi jual saham tajam pekan lalu. Imbal hasil untuk obligasi safe-haven juga menurun, hingga menekan dolar.

Sedangkan Euro sedikit lebih tinggi pada posisi 1,1274 terhadap USD setelah melemah 0,4% pada hari sebelumnya. Terpantau euro telah goyah setelah survei manufaktur Jerman yang lebih lemah dari perkiraan hari Jumat mencuatkan kekhawatiran tentang ekonomi terbesar Eropa.

Dolar juga tergelincir 0,15% menjadi 110,475 terhadap Yen Jepang, kehilangan kekuatan setelah menanjak naik 0,6% terhadap mata uang Jepang pada Selasa, kemarin. Selanjutnya Pounds menguat 0,1% menjadi 1,3215 versus dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
17 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
46 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved