IHSG Sesi Pagi Memerah Iringi Kemerosotan Bursa Asia

Rabu, 27 Maret 2019 - 09:45 WIB
IHSG Sesi Pagi Memerah...
IHSG Sesi Pagi Memerah Iringi Kemerosotan Bursa Asia
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (27/3/2019) dibuka tergelincir ke zona merah untuk mengiringi kejatuhan bursa utama Asia lainnya. Bursa saham Tanah Air pagi ini melemah 8,260 poin atau 0,128% menjadi 6.461,73.

Sementara pada perdagangan kemarin Selasa (26/3), bursa saham Tanah Air berakhir menghijau untuk menjaga kinerja positif sepanjang hari ini. Perbaikan IHSG berakhir pada level 6.470,00 usai mendapatkan dorongan 58,75 poin atau setara 0,92%.

Penurunan IHSG pagi ini dipicu antara lain oleh kemerosotan harga saham Astra International Tbk (ASII), Bank Mandiri Tbk (BMRI), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Hingga pukul 09.34 WIB, harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun, yaitu ASII turun 0,70% jadi Rp7.100 per unit. Adapun harga saham BMRI turun 0,68% ke Rp7.325, HMSP turun 0,53% ke Rp3.780, dan BBRI turun 0,25% jadi Rp4.050 per saham.

Di sisi lain saham-saham Asia sebagian besar tergelincir dalam perdagangan Rabu pagi karena kekhawatiran investor atas prospek ekonomi global yang masih menghantui. Indeks Nikkei Jepang terpantau menyusut 0,63% pada awal perdagangan, karena saham produsen mobil Nissan jatuh lebih dari 4% untuk mengiringi kemerosotan Indeks Topix hingga 0,98%.

Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan bergerak cenderung mendatar dengan saham kelas berat seperti Samsung Electronics melihat sahamnya tergelincir 0,22%setelah perusahaan mengatakan pada hari Selasa pendapatan pada kuartal pertama tahun ini kemungkinan akan jatuh sangat jauh dari harapan. Sementara bursa patokan Australia yakni ASX 200 terpeleset 0,37% dengan hampir semua sektor mengalami kerugian.

Bursa saham daratan China, justru melawan tren secara keseluruhan karena komposit Shanghai mendapatkan tambahan sekitar 0,2% dan Komposit Shenzhen meningkat mencapai 0,171%. "Pertumbuhan global dan kekhawatiran data yang mendorong penurunan selama beberapa hari terakhir masih bersama kami dan investor akan mencari alasan baru bagi pasar untuk reli lebih lanjut selama beberapa sesi berikutnya," ujar analis dari Rakuten Securities Australia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
24 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
53 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved