Lira Turki Babak Belur Menjelang Pemilihan Nasional

Jum'at, 29 Maret 2019 - 18:41 WIB
Lira Turki Babak Belur...
Lira Turki Babak Belur Menjelang Pemilihan Nasional
A A A
ISTANBUL - Warga dan investor di Turki sedang galau tentang nilai tukar mata uang mereka menjelang pemilihan nasional pada Minggu (31/3/2019). Dalam 48 jam, lira Turki terpantau babak belur hingga 5%.

Dalam perdagangan di pasar spot, Jumat ini, lira Turki tergerus 1,50% ke level 5,64 per dolar Amerika Serikat (USD), dibandingkan hari sebelumnya di level 5,56 per USD.

Melansir dari CNBC, Jumat (29/3/2019), kondisi tersebut bisa mengulang kejadian di tahun lalu. Pasar masih belum lupa dengan kejatuhan lira Turki pada musim panas 2018, yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar negara berkembang dan membuat para investor hengkang.

Ditengah kejatuhan lira Turki, Bank Sentral Turki melaporkan bahwa sepertiga cadangan devisanya sudah tergerus selama bulan Maret ini, untuk menopang nilai mata uang mereka.

Pemilihan nasional pada Minggu dekat ini, akan diikuti 57 juta pemilih terdaftar untuk memberikan suaranya dalam pemilihan walikota dan pemimpin kota di 81 provinsi.

Ahli strategi pasar negara berkembang di Bluebay Asset Management, Timothy Ash, mengatakan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai pendukung Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, harus bisa kembali menguasai Istanbul dan Ankara.

"Jika AKP kehilangan Istanbul dan Ankara, dua kota terbesar di Turki, maka akan kembali terjadi aksi jual di pasar Turki. Jika kubu Erdogan menang, dia bisa lebih mudah menormalkan kebijakan. Tetapi jika kubunya kalah dalam pemilihan, dia akan kehilangan modal politik untuk melakukan normalisasi kebijakan," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan Agathe Demarais, ekonom Eropa dari Economist Intelligence Unit. Dia mengatakan meski AKP sulit untuk dikalahkan saat ini, tetapi jika sampai kehilangan Istanbul dan Ankara, maka pasar keuangan akan bereaksi negatif.

"Lira Turki akan terdepresiasi tajam terhadap dolar AS dan euro, dan mungkin akan memicu kejatuhan mata uang pasar negara berkembang lainnya," tukas dia.

Sementara itu, partai-partai oposisi bergabung dengan membawa isu ekonomi menjelang pemilihan nasional. Partai Demokrat Rakyat, Partai Rakyat Republik, dan Partai Kebaikan, mengangkat isu kejatuhan lira Turki dan pengangguran dalam setiap kampanyenya.

Tingkat pengangguran di Turki saat ini mencapai 13%, tingkat pengangguran tertinggi dalam satu dekade belakangan. Dan inflasi pada Februari lalu mencapai 19,7%, lebih rendah dibandingkan Agustus lalu yang berada di angka 20%.

Untuk menarik perhatian masyarakat atas rendahnya daya beli, pemerintah melakukan intervensi harga kebutuhan bahan pokok. Mereka menjual kebutuhan pokok seperti makanan, sayuran, dan buah-buahan di bawah harga pasar untuk membantu meringankan derita inflasi.

Meski AKP masih terbilang kuat, resesi dan babak belurnya lira Turki, telah menaikkan popularitas kelompok oposisi. Bluebay Asset Management menilai peluang AKP di Ankara, saat ini 50-50. Sedangkan peluang partai Erdogan untuk mempertahankan kedudukan di Istanbul, masih lebih besar yaitu 70%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mata Uang Turki Runtuh,...
Mata Uang Turki Runtuh, Demonstran Tuntut Erdogan Mundur
Popularitas Partainya...
Popularitas Partainya Erdogan Merosot karena Covid-19 dan Tekanan Ekonomi
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Gejolak Ekonomi dan...
Gejolak Ekonomi dan Melonjaknya Harga, Seberapa Buruk Kemiskinan di Turki?
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Eropa Waspadai Turki...
Eropa Waspadai Turki Dijadikan Rusia Tempat Menyembunyikan Gas
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
33 menit yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
55 menit yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
1 jam yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
3 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved