Ekonomi Amerika Latin Diprediksi Lebih Cepat Dibandingkan Asia

Sabtu, 30 Maret 2019 - 11:06 WIB
Ekonomi Amerika Latin...
Ekonomi Amerika Latin Diprediksi Lebih Cepat Dibandingkan Asia
A A A
NEW YORK - Abad 20 selalu dikaitkan dengan Asia, berkat pertumbuhan ekonomi pesat, yang dikomandani oleh Republik Rakyat China. Namun Bumi berputar. Kisah menakjubkan pertumbuhan ekonomi Asia, tampaknya disaingi bahkan akan dilewati oleh kawasan Amerika Latin pada tahun depan.

Melansir dari Forbes, Jumat (29/3/2019), Barclays Capital, bank investasi global asal Inggris, mengatakan negara-negara di Amerika Latin memiliki kisah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan pasar berkembang di Asia.

Mereka bahkan memprediksi Venezuela, yang saat ini ekonominya sedang terpuruk, bakal bangkit dan mengalami pertumbuhan positif di tahun depan.

Barclays lantas mengacu dari rata-rata pertumbuhan negara-negara Amerika Latin, seperti Brasil yang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) naik dari 2,2% menjadi 2,6%. Perekonomian Kolombia meningkat dari 3,5% menjadi 4%. Argentina pun beralih dari resesi ke pertumbuhan ekonomi 2,2% pada tahun depan.

"Memang ini baru prediksi. Tetapi bila perkiraan ini terbukti benar maka terjadi sebuah ledakan ekonomi," tulis mereka.

Kekuatan ekonomi Amerika Latin akan ditambah dengan Meksiko, yang pertumbuhan ekonominya naik dari 1,8% pada tahun ini menjadi 2% pada tahun 2020.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Latin juga menarik minat bagi perusahaan investasi global. "Eksposur kami selama ini berkutat di pasar negara berkembang di Asia, tetapi kami melihat Brasil memiliki peluang cerah," ujar Bozidar Jovanovic, wakil presiden dan ahli strategi investasi di Bank Leumi di New York, Amerika Serikat.

Brasil adalah negara terluas dengan jumlah penduduk terbesar di Amerika Selatan, 212 juta jiwa, merupakan pasar yang menggiurkan. Data MSCI Emerging Markets menyebut investasi di Brasil dan Kolombia telah meningkat, mengalahkan ekspektasi.

Selanjutnya adalah Meksiko. Meski tahun 2018, pertumbuhan ekonomi mereka lebih lembut dari perkiraan, namun analis Barclays, Marco Oviedo, mengatakan, Meksiko memiliki kondisi untuk rebound pada kuartal I-2019 seiring ketidakpastian global akibat konflik dagang Amerika Serikat dengan China.

Pertumbuhan lapangan kerja yang stabil, upah yang meningkat, telah mengangkat daya beli masyarakat. Apalagi masalah sengketa perdagangan telah selesai, setelah Washington dan Mexico City meneken pakta perdagangan baru menggantikan ketidakpastian NAFTA.

Argentina walau ekonominya masih jelek tetapi sedang dalam tahap perbaikan. Data ekonomi Barclays menyebutkan, pertumbuhan ekonomi bulan Januari dan Februari menunjukkan tren kemajuan.

Argentina mulai mengatur ekonominya, dimana pada kuartal II-2019 diperkirakan terjadi panen komoditas dan daya beli masyarakat akan meningkat seiring pemulihan upah tenaga kerja.

Bank-bank sentral di wilayah tersebut juga diperkirakan tetap menahan suku bunga untuk menjaga daya beli. "Bahkan bank sentral Brasil mulai memberi sinyal untuk menurunkan suku bunga di tahun ini," kata James Barrineu, manajer dana obligasi di Schroders di New York.

Dan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi Amerika Latin adalah akibat ketidakpastian global. Seiring ancaman resesi di Amerika Serikat, The Fed memilih bersikap dovish terhadap suku bunga. Hal ini membuat dolar Amerika Serikat tidak segalak tahun lalu. The Fed harus memberikan lebih banyak ruang dan waktu untuk menyesuaikan kebijakan moneter dalam menanggapi masalah domestik.

Konflik dagang antara Amerika Serikat dan China telah mengganggu beberapa negara di Asia. Pertumbuhan ekonomi China pun melambat. Ahli strategi ekonomi dari BlackRock, Richard Turnill, mengatakan China harus bisa mengatur panggung agar tetap menjadi hot spot. Jika China bisa meningkatkan perdagangan di Asia Tenggara, maka pertumbuhan ekonomi Asia akan menjadi lebih baik daripada empat negara di Amerika Latin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Obsesi Gerakan Ekonomi...
Obsesi Gerakan Ekonomi Global Selatan
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Berita Terkini
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
6 menit yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
2 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
2 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
5 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
6 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved