Tarif Pesawat Diprediksi Tidak Turun Sampai Tiga Bulan Mendatang

Senin, 01 April 2019 - 20:32 WIB
Tarif Pesawat Diprediksi...
Tarif Pesawat Diprediksi Tidak Turun Sampai Tiga Bulan Mendatang
A A A
JAKARTA - Harga tiket pesawat yang tinggi diprediksi masih memberikan andil inflasi dalam rentang waktu tiga bulan ke depan. Pengamat penerbangan, Gatot Rahardjo, menilai saat ini masakapai cenderung sulit menurunkan tarif tiket pesawat karena terbebani biaya leasing pesawat.

"Jadi kalau harga tiket mau diturunkan, pemerintah harus bantu maskapai mengatasi biaya sewa pesawat melalui negosiasi bersama dengan lessor pesawat," ujarnya kepada SINDO di Jakarta, Senin (1/4/2019)

Langkah pemerintah yang turun langsung mengatasi persoalan tarif tiket pesawat tidak akan cukup hanya dengan mengatur formula tarif batas bawah dan tarif batas atas pesawat.

"Waktu Lion Air membeli pesawat, baik itu Boeing dari Amerika Serikat dan Airbus dari Prancis, dua presiden negara itu turun tangan langsung. Jadi seharusnya pemerintah kita juga ikut membantu negosiasi, biar pembayaran sewa bisa lebih ada solusi untuk menekan harga tarif tiket pesawat," ungkapnya.

Dia memprediksi dalam rentang waktu tiga bulan ke depan, tarif tiket tidak akan turun. Sebab, periode April masih masa low season. Sedangkan peak season mulai di bulan Mei dan Juni dengan permintaan yang besar.

"Kalau low season, ya harga tarif susah turunnya. Sedangkan untuk peak season dengan demand yang tinggi, tentu maskapai juga cari aman dengan tidak mau menurunkan serta merta tarifnya di musim mudik," ungkapnya.

Dia menambahkan, meski ada ada diskon tarif yang ditawarkan sejumlah maskapai, namun diskon tarif tersebut dengan jumlah kursi yang terbatas. "Misalnya Garuda dan Lion Group memang ada diskon tarif, tapi itu juga terbatas kursi yang ditawarkan. Tentu kursi yang lain tetap ditawarkan dengan harga maskapai. Adapun diskon tarif ini biasanya tidak berlaku untuk kondisi peak season," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Maret 2019 sebesar 0,11% (month to month). Salah satu penyebab inflasi Maret adalah tingginya harga tiket pesawat yang terjadi pada periode Februari hingga Maret.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sektor transportasi mencapai angka inflasi 0,10%. Secara keseluruhan sektor ini menyumbang inflasi 0,02%, dimana tarif pesawat menyumbang inflasi paling besar, yakni 0,03%.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdhani mengatakan, kenaikan tarif pesawat diprediksi akan menurunkan tingkat okupansi hotel di Indonesia dengan penurunan rata-rata 7% hingga 30%. "Itu untuk seluruh wilayah di Indonesia range 7% sampai 30%. Penurunan ini mulai kelihatan sejak Januari 2019 dan masih terasa sampai sekarang," ujarnya.

Dia berharap pemerintah bisa meninjau kembali perhitungan tarif termasuk memberikan kebijakan baru di sektor penerbangan nasional. "Kalau begini terus, kita yang di PHRI bakalan berat. Dan kita belum tahu kondisi ini akan berjalan berapa lama," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Joss! AirAsia dan PHRI...
Joss! AirAsia dan PHRI Luncurkan Promosi Tiket Pesawat hingga Hotel
PPN Tiket Pesawat Dihapus...
PPN Tiket Pesawat Dihapus dan Harga BBM Subsidi Stabil
BPS: Inflasi Mei 2022...
BPS: Inflasi Mei 2022 Tertinggi sejak Desember 2017
Naik Pesawat Wajib PCR,...
Naik Pesawat Wajib PCR, PHRI: Akan Menghantam Kembali Pelaku Wisata
Tiket Pesawat Berpotensi...
Tiket Pesawat Berpotensi Naik Usai Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Izinkan Maskapai...
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Hingga 25 Persen
Berita Terkini
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
26 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
51 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
57 menit yang lalu
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
1 jam yang lalu
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
1 jam yang lalu
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
1 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved