Pengembangan Energi Baru Terbarukan Terhambat Masalah Harga

Kamis, 04 April 2019 - 16:33 WIB
Pengembangan Energi...
Pengembangan Energi Baru Terbarukan Terhambat Masalah Harga
A A A
JAKARTA - Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia menurut Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Prof Rinaldy Dalimi masih terhambat, salah satu alasannya karena harga yang masih sangat mahal. Sementara itu pemerintah memasang target bauran energi mencapai sebesar 23% di 2025

"Permasalahan energi terbarukan terletak di harga, karena itu kita membutuhkan kebijakan khusus, insentif, dan subsidi. Namun ketika harga energi sudah murah, kita tidak lagi membutuhkan kebijakan, insentif, maupun subsidi itu," ujar Rinaldy Dalimi dalam konferensi Inagreentech Exhibition di JIExpo, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya harga energi baru terbarukan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN - 2050) ditetapkan dengan mekanisme feed in tariff. Perhitungan harga feed in tariff di suatu tempat ditetapkan berdasarkan harga energi setempat.

Sambung dia menerangkan, energi terbarukan diberi subsidi selama harganya masih belum dapat bersaing dengan energi lain. "Dengan adanya pelaksanaan tiga poin tersebut, kita menetapkan target minimal di titik 31% di tahun 2050," paparnya.

Terang Rinaldy untuk daerah-daerah yang harga EBT-nya masih lebih mahal dari harga energi konvensional, diperlukan dukungan pemerintah berupa pemberian subsidi. Terkait hal ini, pemerintah diterangkan harus memiliki skenario apakah energi terbarukan akan disubsidi atau tidak.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) itu memprediksi apabila energi tersebut tidak disubsidi, setelah tahun 2025 Indonesia akan mengalami pertumbuhan eksponensial. "Namun, apabila tidak diberi subsidi, pengembangannya harus dilengkapi dengan langkah-langkah untuk mempercepat prosesnya. Hampir semua negara di dunia memberikan subsidi untuk mempercepat perkembangan teknologi dan industri di negaranya untuk membuka pasar," paparnya. (michelle natalia)
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Demi Kemandirian Energi,...
Demi Kemandirian Energi, DEN Siap Dorong Energi Baru Terbarukan
Sekolah dengan Teknologi...
Sekolah dengan Teknologi Energi Terbarukan di Tasmania
Kejar Target Bauran...
Kejar Target Bauran Energi 23%, Pembangkit Energi Terbarukan Perlu Diakselerasi
Transisi Me­nu­ju...
Transisi Me­nu­ju Era Energi Bersih Men­dekati Kenyataan
DRMA Percepat Transisi...
DRMA Percepat Transisi ke Energi Terbarukan Melalui Inovasi Penyimpanan Energi
Pemanfaatan Panas Bumi...
Pemanfaatan Panas Bumi Dalam Negeri, Jauh Panggang dari Api
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved