Mentan Amran Minta Bulog Serap Gabah Secara Cepat

Jum'at, 05 April 2019 - 11:10 WIB
Mentan Amran Minta Bulog...
Mentan Amran Minta Bulog Serap Gabah Secara Cepat
A A A
INDRAMAYU - Produksi padi di Kabupaten Indramayu mengalami peningkatan segnifikan. Saat ini panen masih terus berlangsung. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera melakukan penyerapan.

"Kami minta Bulog jangan biarkan petani rugi. Bulog harus menyerap tanpa batas. Artinya gabah yang ada harus diserap sebanyak-banyaknya. Kami juga sudah koordinasi dengan BUMN agar bekerja secara cepat," ujar Amran saat memanen Padi dan Memyerap Gabah Petani Kabupaten Indramayu, Kamis (4/4/2019).

Amran menegaskan bahwa Bulog tidak boleh menyerap gabah kering petani di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp4.070. Keputusan ini sudah mutlak karena instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Dengan begitu, penurunan harga gabah diharapakan kembali stabil.

"Apalagi Kabupaten Indramayu juga sudah mendapat bantuan sebesar Rp 24 miliar yang terdiri dari benih, bibit, pupuk dan traktor. Kita harapkan, seluruh bantuan ini mampu mendorong Indramayu terus menjadi penopang lumbung pangan nasional," katanya.

Bupati Indramayu Supendi menyampaikan terimakasih atas bantuan dan dukungan pemerintah pusat. Kementerian Pertanian (Kementan), disebutnya telah memberikan perhatian yang besar terhadap petani di Kabupaten Indramayu sebagai penggerak peningkatan pangan nasional.

"Masyarakat Indramayu mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Jokowi, khususnya Kementerian Pertanian atas semua dukungan dan bantuannya. Terlebih untuk pembangunan waduk Jatigede di Sumedang karena selama ini waduk tersebut yang mengairi sawah di Indramayu," katanya.

Selain Jatigede, pengairan sawah di Indramayu juga nantinya akan terbantu dengan dua waduk lain yang saat ini masih dalam proses. Kedua waduk itu masing-masing adalah Cipanas dan Sadawarna.

"Semua waduk itu sangat berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Indramayu bagian tengah dan bagian barat," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid menambahkan bahwa saat ini harga gabah di wilayahnya mencapai angka Rp3.800 perkilogram. Sedangkan penyerapan Bulog hingga tanggal 3 April ini mencapai 135 ribu ton.

"Tapi posisi kita belum panen raya karena masih di angka 45%. Penghitungan kita justru pada saat puncaknya yang diperkirakan mencapai angka 1,8 juta ton gabah kering," tukasnya.

Untuk itu, Bulog diharapkan tidak hanya diam ketika harga gabah bergerak turun seperti saat ini. Menurut Takmid, petani hanya menginginkan harga gabah stabil, setidaknya sama dengan HPP Rp4.070.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
23 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
43 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved