Menko Luhut Sebut Pengembangan Blok Masela Terkendala Lahan

Senin, 08 April 2019 - 15:01 WIB
Menko Luhut Sebut Pengembangan...
Menko Luhut Sebut Pengembangan Blok Masela Terkendala Lahan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan molornya pengembangan Blok Masela disebabkan terkendala pembebasan lahan. Pembebasan lahan untuk pengembangan lapangan gas raksasa ini disebut-sebut perlu waktu selama empat tahun.

"Ada 1.000 ha lahan yang mereka minta segera dibebaskan, itu dia minta empat tahun, saya bilang ngapain empat tahun, setahun beres," ujar Luhut di Jakarta, Senin (8/4/2019)

Luhut mengatakan, persoalan pembebasan lahan ini tidak akan menganggu target pengembangan yang sesuai dengan rencana, yakni di darat (onshore). "Masela enggak ada masalah, jadi tetap onshore, nanti Chairman Shell akan ke Indonesia tanggal 21, dia minta ketemu saya. Tapi overall enggak ada masalah," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, persoalan lahan ini merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dia melanjutkan, pembahasan lahan yang dimaksud ialah terkait izin penggunaan lahan.

"Kan lahan itu di bawah kewenangan KLHK, mereka sudah mengajukan, tanggapan KLHK sudah positif. Hanya memang, begitu kita tahu 3-4 tahun kita upayakan untuk lebih cepat 1-2 tahun, lahannya ada, izin penggunaannya kira-kira," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, pengembangan Blok Masela masih dalam pembahasan nilai investasi. Pembahasan investasi menurutnya dilakukan cukup panjang agar tidak ada ekspektasi berlebihan dari masing-masing pihak.

"Masih lanjut terus, kita maraton, yang nomor satu harus kita selesaikan mengenai nilai investasi, total cost-nya itu. Itu yang sekarang running hampir tiap hari diskusi dengan Inpex biar selesai," ujar Dwi baru-baru ini.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cari Pengganti Shell...
Cari Pengganti Shell di Blok Masela, Luhut Sebut Sedang Finalisasi dengan Petronas
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved