LinkAja Ditarget Tembus 10 Juta Pengguna Tahun Ini

Selasa, 09 April 2019 - 17:23 WIB
LinkAja Ditarget Tembus...
LinkAja Ditarget Tembus 10 Juta Pengguna Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Pengguna LinkAja , platform pembayaran digital yang diluncurkan oleh BUMN ditarget bisa tembus mencapai 5 juta sampai dengan 10 juta pemakai sampai dengan akhir tahun ini. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo memaparkan, sejauh ini pengguna aktif LinkAja telah berada di angka 2 hingga 2,5 juta sedangkan pengguna terdaftar sudah mencapai 25 juta.

"LinkAja berharap bisa mengejar target active user di angka 5-10 juta pada akhir tahun ini. Kami masih lihat dan lakukan pembersihan karena kemungkinan adanya double akun dari migrasi kemarin seperti pengguna Yap! yang juga Tcash," ujar Kartika di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Sambung dia menerangkan untuk migrasi dari seluruh platform sistem pembayaran online milik bank-bank BUMN telah rampung pada minggu lalu. Saat ini LinkAja terus fokus melakukan pengembangan fitur-fitur baru seperti untuk jalan tol, kereta commuter serta transportasi publik lainnya. "Harapan dengan adanya fitur tambahan, sampai akhir tahun month active bisa mencapai 5-10 juta users," lanjutnya.

Kartika juga mengungkapkan, LinkAja juga ikut dalam tes transaksi tanpa sentuh berbasis radiofrequency identification (RFID) oleh Jasa Marga pada beberapa jalan tol. "Untuk pembayaran RFID di tol dengan flow itu dari LinkAja. Untuk SPBU itu myPertamina, mulai April ini SOFnya dari LinkAja," paparnya.

Nantinya ada beberapa payment product yang saat ini dimiliki pemain non-bank seperti Jasa Marga dan Pertamina, SOF nya akan digunakan dari LinkAja, sehingga nanti ekosistem akan terbangun untuk public service saja, transportasi, pembayaran bahan bakar, pembayaran telepon, dan sebagainya.

"Angle kami agak berbeda dengan pemain yang sekarang di pasar konsumer. Kalau di konsumer pasti memahami perangnya, perang diskon, jadi itu terlalu mahal. Positioning kami difokuskan untuk public service dan transportation dulu," ungkapnya.

Diterangkan juga olehnya bagwa LinkAja tidak akan bersaing langsung dengan Go-Pay dan OVO. "Gopay dan OVO kan berkutat di R&B Food, kita kan memang tidak masuk di food. Kita mainnya di payment lain. Jadi mungkin nanti orang Indonesia akan punya 2-3 jenis uang elektronik, tapi penggunannya beda. Ada tujuan untuk beli makan dan naik ojek, ada tujuan untuk public transport lain," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Edukasi MotionPay: Ternyata...
Edukasi MotionPay: Ternyata E-Money dan E-Wallet Berbeda!
Cara Mengisi E-Money...
Cara Mengisi E-Money dengan Mudah, Bisa dari HP Loh!
Bank Mandiri Catat Transaksi...
Bank Mandiri Catat Transaksi E-Money di Awal Tahun Capai Rp3,9 Triliun
Darurat Corona, LinkAja...
Darurat Corona, LinkAja Hadirkan Kemudahan Pembayaran dan Donasi
Cara Isi E-Money Tanpa...
Cara Isi E-Money Tanpa Harus Berhenti di Rest Area saat Mudik
Kian Praktis dan Mudah,...
Kian Praktis dan Mudah, LinkAja Terus Dorong Transaksi Digital
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
24 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved