Ketimpangan Ekonomi Wilayah Harus Jadi Pembahasan di Debat Capres

Rabu, 10 April 2019 - 06:30 WIB
Ketimpangan Ekonomi...
Ketimpangan Ekonomi Wilayah Harus Jadi Pembahasan di Debat Capres
A A A
JAKARTA - Center of Reform in Economics (CORE) menyebutkan, Indonesia masih terjebak dalam permasalahan ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Di mana pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Muhammad Faisal menyatakan, isu ini harus menjadi pembahasan dalam debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden putaran kelima pada 13 April 2019 mendatang.

Menurutnya, bila menengok pertumbuhan ekonomi antarwilayah sejak tahun 1998 hingga 2018 menunjukkan Jawa masih tumbuh tertinggi. Di mana pada 2018 kontribusi Jawa mencapai 59% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sejak tahun 1998 saat krisis ekonomi dibandingkan hingga 2018 kemarin, porsi Jawa masih lebih besar. Jadi enggak ada shifting (pergesaran), di mana Jawa lebih besar porsinya dari pulau-pulau lainnya. Ini yang harus jadi pembahasan untuk jadi concern dalam 5 tahun ke depan," ujar Faisal di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Berdasarkan data CORE, secara rinci distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per pulau terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di tahun 2018 yakni Jawa 59%, disusul Sumatera 21%, Kalimantan 8%, Sulawesi 6%, Maluku dan Papua 3%, serta Bali dan Nusa Tenggara 3%.

Menurutnya, pemerintah saat ini melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah mulai fokus menyelesaikan persoalan ini melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024. "Hanya saja butuh banyak terobosan untuk mendorong pertumbuhan luar Jawa lebih cepat daripada di Jawa," imbuhnya.

Terobosan itu, lanjutnya, yakni mendorong industri manufaktur juga menyebarnya ke pulau lainnya sehingga tak hanya terkonsentrasi di Jawa. Tentunya ini bukan hal yang mudah sebab membutuhkan infrastruktur, sumber daya manusia, hingga kebijakan yang memberikan insentif untuk memikan investasi langsung.

"Terobosan lainnya dengan melihat keunggulan daerah di luar Jawa. Pemerintah daerah itu harus mendorong keunggulan daerahnya, sehingga tidak seperti sekarang yang lebih parsial," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Debat Kedua Calon Wakil...
Debat Kedua Calon Wakil Presiden Pemilu Tahun 2024
Anies: Masalah Terbesar...
Anies: Masalah Terbesar Indonesia adalah Ketimpangan, Ketidaksetaraan, dan Ketidakadilan
Ini Faktor-faktor Penyebab...
Ini Faktor-faktor Penyebab Ketimpangan Sosial di Masyarakat
Pendidikan Tinggi dan...
Pendidikan Tinggi dan Ketimpangan Pembangunan
Appi-Rahman Janji Tangani...
Appi-Rahman Janji Tangani COVID-19 dan Ketimpangan Pendidikan
4 Fakta Menarik Debat...
4 Fakta Menarik Debat Calon Presiden Partai Republik AS yang Kelima
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
16 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
42 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved