12 Ribu Penyuluh dan Petani Se-Indonesia Kumpul di Makassar

Rabu, 10 April 2019 - 10:39 WIB
12 Ribu Penyuluh dan...
12 Ribu Penyuluh dan Petani Se-Indonesia Kumpul di Makassar
A A A
MAKASSAR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama 12 ribu perwakilan penyuluh dan petani se-Indonesia berkumpul untuk menghadiri pertemuan Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan dihelat GOR Sudiang, Makassar, Rabu (10/4/2019).

Pertemuan mengangkat tema 'Penyuluh Maju Petani Sejahtera' ini bertujuan memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak mewujudkan kedaulatan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Amran menegaskan penyuluh pertanian merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Tak ayal, selama pemerintahan Jokowi-JK, peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

"Saya hadir bukan hanya sebagai menteri pertanian, tapi sebagai senior penyuluh pertanian. Sebab penyuluh adalah kemajuan pertanian," demikian dikemukakan Mentan Amran dihadapan 12 ribu penyuluh.

Amran menyebutkan bukti nyata peran dalam memajukan pembangunan sektor pertanian yakni capaian selama 4,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK, inflasi bahan pangan dulu 2013 terburuk di dunia. Namun demikian, setelah berjalan 4 tahun, Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57% di tahun 2014 menjadi 1,26% di tahun 2017.

"Dari capaian ini, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," ucapnya.

Capaian berikutnya di bawah pemerintahan Jokowi-JK, sambung Amran, ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26%, nilainya Rp1.700 triliun. Begitu PDB sektor pertanian naik 47%, total akumulasi nilainya Rp1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia PDB sektor pertanian. Ini hasil kerja penyuluh penyuluh di seluruh Indonesia," paparnya

Kemudian, melansir data yang dirilis The Economic Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesi berada pada peringkat 16 dunia. Yang membanggakan adalah Amerika Serikat di bawah Indonesia.

"Dan nilai investasi naik 100% karena kita menerapkan Online Single Submission. Dulu minta izin 2 sampai 1 tahun, kemudian 3 bulan. Tapi sekarang mengurus izin ekspor hanya butuh waktu 3 jam," tutur Amran.

Selanjutanya, kata Amran, capaian sektor pertanian juga mampu meningkatkan daya beli petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Data BPS menunjukkan NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46 naik 0,42% dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03. Begitu pun untuk NTUP 2014 hingga 2018 juga meningkat bagus, naik 5,39%.

"Jika ada yang mengatakan harga pangan mahal, itu tidak terukur. Kalau memberikan data harga stabil 2 sampai 3 terakhir karena inflasi tertekan dari 10% menjadi 1%. Itu artinya apa? Turun 90% dan itu tidak mudah. Inilah capaian tertinggi sektor pertanian sepanjang sejarah," tegasnya.

"Kemiskinan pun turun. Di pemerintahan Jokowi-JK kemiskinan masuk 1 digit, di bawah 2 digit. Ini pertama dalam sejarah. Ini adalah kerja keras para penyuluh," pintanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan para penyuluh pertanian telah membuktikan kerja nyatanya di era pemerintahan Jokowi-JK. Faktanya, kalau dulu Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor pangan, tapi saat ini sudah mulai membuktikan diri sebagai negara agraris.

"Kita sudah masuk ke komoditas-komoditas ekspor dan terus meningkat. Tentu ada orang hebat di belakang ekspor komoditas pertanian ini, salah satu putra terbaik sulawesi selatan dan menjadi menteri andalan Joko Widodo yaitu Andi Amran Sulaiman," akui Nurdin.

Menurut Nurdin, Kementan di sudah kemepimpinan Andi Amran Sulaiman telah melakukan terobosan dalam bidang pertanian. Tentunya seluruh penyuluh tahu apa yang dilakukan Kementan atas arahan Presiden Jokowi, misalnya bagaimana Sulsel menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Bahkan gagasan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

"Oleh karena itu, kita setuju bahwa beliau (Mentan Amran-red) tidak boleh berhenti, beliau harus melanjutkan perjuangan 5 tahun lagi," tuturnya.

Direktur Jenderal Hortikultira Kementan, Suwandi menjelaskan Indonesia wilayah timur potensial untuk pengembangan hortikultura. Kementan terus memacu sistem produksinya sehingga setiap wilayah mampu memproduksi sendiri guna mencukupi kebutuhan sayuran, buah dan lainnya.

Untuk pengembangan kawasan hortikultura di Sulawesi Selatan, lanjut Suwandi, sudah dalam tahap berkembang dan mapan seperti di Gowa, Bantaeng, Jeneponto, Enrekang, Tator dan lainnya, disamping dipasarkan di berbagai wilayah.

"Sebagian bahkan sudah diekspor seperti markisa, mangga, manggis dan lainnya," jelasnya.

"Untuk memacu produksi dan mensejahterakan petani, Ditjen Hortikultura mengalokasikan berbagai bantuan dan pemberdayaan petani bawang merah, bawang putih, cabai, mangga, manggis, jeruk dan lainnya," tambahnya.

Dalam pertemuan apresiasi ini, Amran bersama Gubernur dan rombongan memberikan bantuan untuk petani. Yakni alat mesin pertanian, benih hortikultura, padi, jagung, benih kopi 250.000 batang dan kakao 200.000 batang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kostratani Dirindukan...
Kostratani Dirindukan Petani Cirebon
Jaga Keseimbangan Sistem,...
Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani
Amankan Stok Pangan...
Amankan Stok Pangan Lewat Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam
Petani Bone Terus Menanam...
Petani Bone Terus Menanam saat Pandemi Covid-19
Pengamat Indef: Kebijakan...
Pengamat Indef: Kebijakan Kementan Fokus Bantu Petani Tepat
Petani dan Penyuluh...
Petani dan Penyuluh di Manggarai Barat Dibekali Pentingnya Pemupukan Berimbang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
45 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
49 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved