Boeing Dituntut Pemegang Saham karena Sembunyikan Masalah Keamanan 737 MAX

Rabu, 10 April 2019 - 18:51 WIB
Boeing Dituntut Pemegang...
Boeing Dituntut Pemegang Saham karena Sembunyikan Masalah Keamanan 737 MAX
A A A
CHICAGO - Pemegang saham Boeing menuntut pengungkapan secara rinci terkait kecelakaan yang melibatkan pesawat 737 MAX. Masalah hukum Boeing Co mencuat setelah adanya gugatan baru yang menuding perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat itu menipu pemegang saham dengan menyembunyikan masalah keamanan dalam pesawat Boeing 737 MAX.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4/2019) Boeing dianggap menyembunyikan kekurangan keamanan di pesawat 737 MAX sebelum dua kecelakaan fatal membuat seluruh jenis pesawat tersebut dilarang terbang di seluruh dunia. Pengajuan guguatan yang dilakukan di pengadilan Federal Chicago tersebut berupaya untuk menagih ganti rugi atas dugaan pelanggaran keamanan setelah nilai valuasi Boeing anjlok hingga USD3 miliar dalam waktu dua minggu sejak kecelakaan Ethiopian Airlines.

Chief Executive Boeing Dennis Muilenburg dan Chief Financial Officer Gregory Smith menjadi pihak yang disebut sebagai terdakwa yang harus bertanggung jawab atas tudingan tersebut. Sementara itu juru bicara Boeing Charles Bickers tidak segera memberikan tanggapan atas kasus ini. Dalam keluhan tersebut tertulis bahwa Boeing telah menempatkan keuntungan dan pertumbuhan perusahaan di atas keamanan dan kejujuran dengan memproduksi serta memasarkan 737 Max ke pasar.

Hal itu dinilai dilakukan Boeing ketika persaingan ketat dengan Airbus SE. Buntutnya Boeing dianggap lalai tidak memberikan fitur-fitur ekstra untuk mencegah kecelakaan yang terjadi pada Ethiopian Airlines maupun Lion Air. Di sisi lain pernyataan Boeing tentang prospek pertumbuhan serta 737 MAX dihantam oleh dugaan konflik kepentingan dalam penilaian keamanan pesawat.

Richard Seeks sebagai penggugat utama, mengatakan kompromi Boeing mulai muncul setelah kecelakaan Ethiopian Airlines menewaskan semua 157 penumpang, lima bulan setelah kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189. Ia mengaku dirinya membeli 300 saham Boeing di awal Maret dan menjualnya dua minggu belakangan secara rugi. Gugatan ini diajukan oleh mereka yang menjadi investor Boeing dalam kurun waktu 8 Januari hingga 21 Maret 2019.

Sebagai informasi para pemegang saham sering mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan penipuan sekuritas karena menyembunyikan informasi negatif material yang menyebabkan harga saham merosot setelah dipublikasikan. Selain itu Boeing yang berbasis di Chicago juga harus menghadapi banyak tuntutan hukum lain karena kedua kecelakaan tersebut termasuk oleh keluarga korban dan karyawan mereka yang akan memasuki masa pensiun

Boeing pun menyatakan, pesanan pesawat mereka pada kuartal pertama tahun ini merosot jadi 95 pesanan pesawat dari 180 pesanan tahun lalu, dengan tidak adanya pesanan pesawat jenis 737 Max yang mendapatkan larangan terbang. Sebelumnya produsen pesawat raksasa asal AS itu menyatakan bakal memangkas produksi 737 secara bulanan menjadi 42 pesawat dari 52 dan menyakinkan tengah membuat kemajuan pada pembaruan perangkat lunak 737 MAX untuk mencegah kecelakaan ke depannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
FAA Desak Boeing Periksa...
FAA Desak Boeing Periksa Ulang Semua Pintu 737 Max 9
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved