SERASI, Cara Kementan Memperkuat Ketahanan Pangan

Rabu, 10 April 2019 - 23:44 WIB
SERASI, Cara Kementan...
SERASI, Cara Kementan Memperkuat Ketahanan Pangan
A A A
JAKARTA - Pemanfaatan lahan rawa dan pasang surut bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mensejahterakan petani. Karena itu, Kementerian Pertanian menggelar program SERASI (Selamatkan Rawa, Petani Sejahtera) untuk membangun 500.000 hektar (ha) lahan rawa pasang surut di enam provinsi.

Lahan rawa yang akan dikembangkan dibagi menjadi dua kriteria, yakni lahan rawa lebak (RWL) dan lahan rawa pasang surut (RWPS). Lahan RWL sendiri akan dikembangkan di Sulawesi Selatan seluas 5.000 ha dan Kalimantan Selatan 10.000 ha. Sementara RWPS 300.000 ha.

Untuk Provinsi Lampung, RWL akan digarap seluas 5.000 ha, Sumatra Selatan 20.000 ha dan lahan RWPS 200.000 ha, Jambi RWL 5.000 ha, dan Kalimantan Tengah RWL 5.000 ha.

Setiap 1.000 hektar RWPS akan dikelola oleh satu unit desa. Sedangkan untuk 200 ha RWL dikelola oleh satu unit desa. Pasalnya, tidak mungkin 550.000 ha dikelola semuanya oleh pemerintah daerah atau pusat.

"Kami akan fokus di daerah tersebut. Yang paling siap adalah Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan, tapi yang lain juga siap. Kami targetkan minimal bisa panen dua kali setahun atau lima kali dalam dua tahun," kata Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Indah Megahwati, Rabu (10/4/2019).

Budidaya di lahan rawa akan jauh lebih baik dibandingkan dengan di Jawa. Pasalnya, pemerintah sudah menyiapkan skema yang berbeda, di mana setiap lahan RWL dan RWPS dilengkapi dengan saluran irigasi, pompa air, dan ekskavator.

"Lahan rawa juga akan menggunakan 100% mekanisasi dan memperkecil tenaga kerja yang menggarap sawah dengan harapan jauh lebih efisien untuk biaya produksiya," jelasnya.

Lahan RWL dan RWPS juga memiliki perbedaan dalam sistem budidayanya. Pada lahan RWL menggunakan sistem pengairan yang tertutup agar lebih terkontrol, sedangkan lahan RWPS menggunakan sistem pengarus, jadi ada sirkulasi.

Indah mengakui, masih ada kendala dalam pengembangan lahan rawa, di antaranya bagaimana menetralkan tingkat keasaman lahan rawa yang tinggi, serta bagaimana memilih komoditas tanaman yang cocok ditanami di area semacam ini.

"Namun Kementan juga sudah menyiapkan teknologinya untuk mengembangkan lawah rawa. Sehingga kami optimistis program SERASI bisa sesuai yang diharapkan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wamentan Sudaryono:...
Wamentan Sudaryono: Program Optimalisasi Lahan Rawa di Merauke Tunjukkan Hasil Signifikan
Lahan Rawa di Banyuasin...
Lahan Rawa di Banyuasin Dikembangkan untuk Ketahanan Pangan Nasional
Antisipasi Darurat Pangan,...
Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Bersama Pemprov Kalsel Optimalkan Lahan Rawa
Kementan Tingkatkan...
Kementan Tingkatkan Produksi Pangan Lewat Optimasi Lahan Rawa
Pertanian Lahan Rawa...
Pertanian Lahan Rawa Dikembangkan Petani Muda Banyuasin
Kementan Optimalisasi...
Kementan Optimalisasi Lahan Rawa di Kalsel Dukung Swasembada Pangan Nasional
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
35 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
42 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Keji Israel Membunuh...
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved