IHSG Selasa Pagi Dibuka Menanjak Naik, Bursa Asia Mixed
Selasa, 16 April 2019 - 09:35 WIB
IHSG Selasa Pagi Dibuka Menanjak Naik, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Selasa (16/4/2019) dibuka kokoh untuk bertahan pada zona hijau untuk melanjutkan tren positif sejak kemarin. Pagi ini, IHSG mengawalinya dengan kenaikan 13,340 poin yang setara 0,207% menjadi 6.448,49 atau lebih baik dari penutupan Senin (15/4) yakni 6.435,15.
Pada perdagangan awal pekan, bursa saham Tanah Air berakhir menghijau untuk meneruskan tren positif sejak siang, meski tidak mengalami perubahan besar dibandingkan sesi sebelumnya. IHSG ditutup menguat ke level 6.435,15 dengan tambahan 29,28 poin atau 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 13 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp22,52 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp19,08 miliar. Tercatat 42 saham naik, 4 saham turun dan 21 saham stagnan.
Kenaikan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Bank Mandiri Tbk (BMRI), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan H.M. Sampoerna Tbk (HMSP). Hingga pukul 09.21 WIB, harga saham BMRI meningkat 1,70% jadi Rp7.475 per unit. Adapun harga saham TLKM naik 0,52% ke Rp3.850, dan HMSP naik 0,54% jadi Rp3.720 per saham.
Di sisi lain saham-saham Asia terpantau bervariasi dalam perdagangan Selasa pagi, ketika pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Jepang dimulai. Sementara Kepala Bank of Japan menandai risiko meningkatnya proteksionisme perdagangan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.
Indeks Nikkei Jepang memulai perdagangan lewat kenaikan 0,19% setelah saham-saham kelas berat seperti Fast Retailing dan Softbank Group masing-masing menguat lebih dari 1%. Selanjutnya Indeks Topix bergerak cenderung mendatar pada sesi hari kedua pekan ini, usai sempat mengalami tekanan.
Saham perusahaan telekomunikasi Jepang Softbank Corp dan NTT Docomo keduanya melonjak masing-masing lebih dari 3% setelah yang terakhir mengumumkan pemotongan harga yang lebih kecil dari yang diperkirakan. Saham-saham pada daratan China lebih rendah di awal sesi dengan Komposit Shanghai tergelincir 0,61%.
Sedangkan Komposit Shenzhen juga turun 0,897% untuk mengiringi penyusutan yang juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan sebesar 0,24%. Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan juga menyusut 0,26% ketika saham Asiana Airlines justru melonjak melampaui 17%.
Pada perdagangan awal pekan, bursa saham Tanah Air berakhir menghijau untuk meneruskan tren positif sejak siang, meski tidak mengalami perubahan besar dibandingkan sesi sebelumnya. IHSG ditutup menguat ke level 6.435,15 dengan tambahan 29,28 poin atau 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp34 miliar dengan 13 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp22,52 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp19,08 miliar. Tercatat 42 saham naik, 4 saham turun dan 21 saham stagnan.
Kenaikan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Bank Mandiri Tbk (BMRI), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan H.M. Sampoerna Tbk (HMSP). Hingga pukul 09.21 WIB, harga saham BMRI meningkat 1,70% jadi Rp7.475 per unit. Adapun harga saham TLKM naik 0,52% ke Rp3.850, dan HMSP naik 0,54% jadi Rp3.720 per saham.
Di sisi lain saham-saham Asia terpantau bervariasi dalam perdagangan Selasa pagi, ketika pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Jepang dimulai. Sementara Kepala Bank of Japan menandai risiko meningkatnya proteksionisme perdagangan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.
Indeks Nikkei Jepang memulai perdagangan lewat kenaikan 0,19% setelah saham-saham kelas berat seperti Fast Retailing dan Softbank Group masing-masing menguat lebih dari 1%. Selanjutnya Indeks Topix bergerak cenderung mendatar pada sesi hari kedua pekan ini, usai sempat mengalami tekanan.
Saham perusahaan telekomunikasi Jepang Softbank Corp dan NTT Docomo keduanya melonjak masing-masing lebih dari 3% setelah yang terakhir mengumumkan pemotongan harga yang lebih kecil dari yang diperkirakan. Saham-saham pada daratan China lebih rendah di awal sesi dengan Komposit Shanghai tergelincir 0,61%.
Sedangkan Komposit Shenzhen juga turun 0,897% untuk mengiringi penyusutan yang juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong usai kehilangan sebesar 0,24%. Selanjutnya indeks Kospi, Korea Selatan juga menyusut 0,26% ketika saham Asiana Airlines justru melonjak melampaui 17%.
(akr)
Lihat Juga :