Trump Desak Boeing Rebranding Pesawat 737 MAX

Selasa, 16 April 2019 - 12:15 WIB
Trump Desak Boeing Rebranding...
Trump Desak Boeing Rebranding Pesawat 737 MAX
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Boeing Co untuk melakukan rebanding atau mengubah citra buruk yang telah melekat terhadap pesawat series 737 MAX setelah dua kecelakaan fatal. Akan tetapi produsen pesawat asal AS itu mengatakan, pihaknya fokus memperbaiki masalah dan melakukan brainstorming mengenai langkah-langkah selanjutnya untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik.

Seperti dilansir Reuters, pejabat maskapai mengaku sudah menggelar pertemuan panjang dengan Boeing selama beberapa minggu terakhir tentang bagaimana mendapatkan kembali dukungan publik begitu pesawat yang dikandangkan bisa kembali memberikan layanan. Pembaruan ulang penuh pesawat jenis MAX tidak mungkin dilakukan, menurut seseorang yang dekat dengan Boeing, yang menerangkan mengganti nama pesawat bisa jadi pertimbangan.

Ditanya tentang saran Trump, yang disampaikan dalam kicuan Twitter, juru bicara Boeing mengatakan membangun kembali kepercayaan publik menjadi fokus saat ini, dengan pilot memainkan peran penting. "Keyakinan pilot terhadap pesawat akan mengarahkan penumpang dan awak untuk memiliki kepercayaan yang lebih besar pada pesawat," ujar Gordon Johndroe selaku wakil presiden untuk komunikasi Boeing.

Untuk saat ini Boeing berkonsentrasi pada pembaruan perangkat lunak dan menyelesaikan pelatihan pilot untuk persetujuan regulatori. Regulator di seluruh dunia bersiap meninjau proposal Boeing. Trump, yang memiliki maskapai penerbangan Trump Shuttle dari tahun 1989 hingga 1992 dan merupakan penggila industri penerbangan, mengungkap pemikirannya pada Senin pagi, kemarin.

"Apa yang saya ketahui tentang branding, mungkin tidak ada (tapi saya menjadi Presiden!). Tetapi jika saya Boeing, saya akan memperbaiki Boeing 737 MAX, menambahkan beberapa fitur hebat tambahan, dan membuat pesawat dengan nama baru. Belum ada produk yang dihantam seperti ini. Tapi sekali lagi, apa yang saya tahu?" bunyi kicauan Trump lewat twitter

737 MAX merupat pesawat jet terlaris Boeing yang berbasis di Chicago serta menjadi sumber utama laba dan uang, setelah memenangkan sekitar 5.000 pesanan atau sekitar tujuh tahun produksi pesawat. Chief Executive Dennis Muilenburg telah meminta maaf atas nama produsen pesawat untuk 346 nyawa yang hilang dalam kecelakaan pada bulan Oktober dan Maret.

Sambung dia berjanji untuk menghilangkan risiko bahwa perangkat lunak penerbangan yang dimaksudkan untuk mencegah pesawat yang macet dapat diaktifkan oleh data yang salah. "Penumpang akan memikirkan pilot yang menerbangkan pesawat. Kami merupakan langkah terakhir yang sesungguhnya,” kata Dennis Tajer, juru bicara Asosiasi Pilot Sekutu A.S.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
FAA Desak Boeing Periksa...
FAA Desak Boeing Periksa Ulang Semua Pintu 737 Max 9
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
54 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
2 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
2 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
3 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
3 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved