Arahan Menhub Soal Arus Mudik Lebaran 2019

Senin, 22 April 2019 - 11:15 WIB
Arahan Menhub Soal Arus...
Arahan Menhub Soal Arus Mudik Lebaran 2019
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan arahan terkait penggunaan angkutan mudik serta dalam menghadapi arus mudik Lebaran 1440 H. Menurutnya berdasarkan pengalaman, masyarakat Indonesia memiliki dua mode transportasi mudik yang paling digemari, yaitu mode darat dan udara.

"Dengan adanya jalan tol, mode darat tentunya mendapatkan antusiasme yang tinggi. Namun kita perlu mempersiapkan hal lain, tahun lalu kita berfokus pada kemacetan, namun tahun ini kita berfokus pada keselamatan karena rawannya kecelakaan di beberapa titik, dimana perlu peran Polri untuk mengantisipasinya," ujar Menhub di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut Ia mengimbau, kepada para pengemudi motor untuk beralih menggunakan moda transportasi lain mengingat angka kecelakaan tertinggi terletak pada pengguna sepeda motor. "Diharapkan adanya CSR dari pihak swasta untuk memberikan pengertian ke masyarakat tanpa menyinggung pengguna motor," imbuhnya.

Menhub menambahkan, dengan populernya moda transportasi darat, bus memiliki potensi untuk menjadi pilihan transportasi dengan kapasitas yang besar dan kecepatannya. "Kami merencanakan peluncuran Bus Trans Jawa, mengingat pemudik terbanyak mengarah ke wilayah Jawa Tengah," terang dia.

"Kereta juga menjadi opsi karena harga yang relatif terjangkau, namun kami mengimbau kepada pihak penyedia layanan kereta untuk memperhatikan kondisi cuaca yang tidak pasti di beberapa titik dan mengadakan rearrangement untuk masalah terbatasnya kapasitas," lanjutnya.

Terang dia, moda transportasi mudik Lebaran yang terfavorit selanjutnya yakni moda udara, tetapi mungkin akan bergeser karena tingginya tarif. "Kami menghimbau kepada para maskapai untuk memberikan tarif yang pantas bagi para pemudik sembari melakukan evaluasi rutin terhadap pilot-pilotnya, terutama dalam pola kegiatan pilot, tanpa mengurangi kinerja dari maskapai masing-masing demi keamanan penumpang," ungkap Menhub.

Mode laut diterangkan merupakan alternatif dengan potensi yang besar juga, namun jumlahnya masih belum signifikan. Menhub menyarankan agar ada diskusi khusus dengan Dirjen Laut dan para stakeholder, untuk angkutan masif jalur Jakarta-Lampung dan Jakarta-Sumatera demi mengurangi tekanan penumpang di mode lain.

"Pembatasan kendaraan dengan muatan tertentu akan tetap dilakukan. Kemenhub menyediakan fasilitas mudik gratis, namun jumlahnya belum signifikan. Diharapkan dengan adanya bantuan CSR dari pihak swasta untuk para pemudik dapat membantu kinerja angkutan agar tidak macet dan rencana ini dapat terwujud dalam lima minggu terakhir. Yang menjadi concern selanjutnya adalah arus balik, karena ada rencana one-way yang nantinya akan dibicarakan lebih lanjut oleh pihak Polda," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Larangan Mudik, Kemenhub...
Larangan Mudik, Kemenhub Terbitkan Peraturan Pengendalian Transportasi Mudik Lebaran
Mudik Tetap Dilarang,...
Mudik Tetap Dilarang, Kemenhub Perjelas Aturan Transportasi Darat
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Larangan Mudik Berlaku...
Larangan Mudik Berlaku Menyeluruh, Transportasi di Wilayah Aglomerasi Tetap Beroperasi
Mudik Dilarang, Kementerian...
Mudik Dilarang, Kementerian Perhubungan Siapkan Skema Pembatasan Jalan Tol
Kemenhub: Larangan Transportasi...
Kemenhub: Larangan Transportasi untuk Mudik Mulai Berlaku Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved