IHSG Bertahan di Zona Hijau, Bursa China Jatuh Beruntun

Selasa, 23 April 2019 - 17:03 WIB
IHSG Bertahan di Zona...
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Bursa China Jatuh Beruntun
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Selasa (23/4/2019) berakhir menghijau untuk menjaga tren positif sepanjang hari ini. Hingga sesi penutupan, IHSG bertambah 48,08 poin atau setara 0,75% ke level 6.462,82 saat bursa China jatuh beruntun.

Pada sesi siang, IHSG menguat ke level 6.458,86 dengan peningkatan 44.11 poin atau 0.69% setelah tadi pagi juga melonjak 9,605 poin menjadi 6.424,642. Raihan tersebut lebih baik dari penutupan Senin, kemarin yang bertengger pada posisi 6.414,74 usai kehilangan 92,48 poin.

Sektor saham dalam negeri kebanyakan bergerak menguat di perdagangan sore dipimpin kenaikan tertinggi sektor pertambangan sebesar 1,98% serta aneka industri bertambah 1,53%. Selain itu penurunan terdalam menimpa properti yang menjadi satu-satunya usai kehilangan 0,13%

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,32 triliun dengan 14,16 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp138,73 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,48 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,34 triliun. Tercatat sebesar 262 saham menguat, 191 melemah dan 143 stagnan.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, saham-saham pada wilayah Asia berakhir bervariasi pada perdagangan Selasa, ketika investor bergulat dengan lonjakan harga minyak mentah dunia belum lama ini setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa sanksi keringanannya terhadap minyak Iran akan berakhir pada awal Mei.

Indeks Nikkei Jepang berangsur pulih dari penurunan dalam sesi sebelumnya hingga ditutup menanjak naik 0,19% lebih tinggi pada level 22.259,74 setelah saham indeks kelas berat Softbank Group menanjak 0,31%. Selanjutnya Indeks Topix juga menyelesaikan perdagangan hari ini dengan tren positif usai bertambah 0,27% menjadi 1,622,97.

Tren penguatan juga dicetak indeks Kospi, Korea Selatan usai mendapatkan dorongan 0,17% ke posisi 2.220,51 meskipun industri kelas berat seperti Samsung Electronics tergelincir 0,33% setelah perusahaan mengatakan akan menunda peluncuran smartphone lipat.

Sementara laju indeks saham pada daratan China mengalami penurunan berturut-turut pada hari kedua, dengan Komposit Shanghai jatuh 0,51% menjadi sekitar 3.198,59 dan Komposit Shenzhen juga turun 1,316% menuju level 1.728,86.

Raihan negatif juga menimpa Indeks Hang Seng yang merosot sekitar 0,2% pada detik terakhir perdagangan hari kedua pekan ini dengan saham China Construction Bank yang terdaftar di Hong Kong turun lebih dari 0,8%.

Bursa patokan ASX 200 Australia yang kembali usai libur menanjak naik 0,95% menjadi 6.319,40 karena hampir semua sektor naik. Subindex energi naik 2,54% karena saham perusahaan minyak menguat di tengah lonjakan harga minyak mentah. Santos bertambah 3,05%, Woodside Petroleum menguat 2,55% dan Beach Energy melonjak 4,21%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
Intip Rekomendasi Saham...
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Berpeluang Menghijau
Diprediksi Masih Betah...
Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Ini Rekomendasi Menu Saham Hari Ini
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved