Menakar Penyebab Harga Tiket Pesawat Makin Mahal

Rabu, 24 April 2019 - 19:56 WIB
Menakar Penyebab Harga...
Menakar Penyebab Harga Tiket Pesawat Makin Mahal
A A A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Gerry Soejatma mempertanyakan, apakah sebenarnya yang membuat harga tiket pesawat semakin mahal. Menurutnya standar harga tiket yang dipakai maskapai Tanah Air melebihi yang ada di Singapura.

"Harga tahun kemarin terlalu murah dan menekan maskapai, tapi saat ini juga harganya terlampau tinggi. 10 sen per kilometer, lebih tinggi dari standar maskapai Singapura. Jika mereka beralasan menggunakan biaya aftur, patut dipertanyakan. Biaya pajak dari aftur juga sudah dibahas dengan INACA sejak 2014, bukan masalah baru," ujar Gerry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Menurutnya para maskapai saat ini belum memperhitungkan multiple effects ke internal mereka dimana saat ini makin terlihat penyusutan jumlah penumpang. "Kalau kita lihat dari proporsi orang yang terbang, 10% dari mereka terbang dengan tujuan bisnis. Untuk family visit 32%, dan sisanya untuk urusan lain termasuk pariwisata," ujarnya.

Gerry mengingatkan jangan sampai upaya membela maskapai membuat pendapatan negara menurun, ketika kinerja keuangan Indonesia membaik namun economic cost ke negara yang jadi masalah.

"Perlu dikaji kemana biaya dari harga itu akan mengalir. Metode ticketingnya masih ala jaman dulu, seperti memesan sebulan sebelum hari H. Sistem dunia saat ini, pemesanan dari jauh hari makin murah, semakin dekat hari H semakin mahal. Patut dipertanyakan kenapa di Indonesia sistemnya justru seperti berkebalikan," ungkapnya.

Sambung dia menerangkan, bahwa sistem pemesanan seperti ini tidak mengajarkan konsumen untuk planning pemesanan tiket dari jauh hari. "Mindsetnya adalah harusnya pesawat bisa jual tiket mahal, tapi masyarakat juga harus bisa mendapatkan harga murah," tambahnya.

"Solusinya di yield management. Di tingkat mana kita harus tingkatkan yield management. Batas atasnya saat ini terlalu rendah, untuk flat price pun terlalu tinggi. Kita harus sadari ini adalah imbas dari kesalahan kolektif kita semua," paparnya.

Sementara itu terang dia pihak maskapai butuh ruang lebih lebar antara Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) dibandingkan status quo saat ini, supaya tiket murah bisa ditutupi tiket mahal secara natural oleh mekanisme pasar. Gerry menerangkan, upaya pemerintah untuk memaksa penurunan harga, di sisi lain sama saja membatasi pendapatan maskapai. (Baca Juga: Efek Berantai Lonjakan Harga Tiket Pesawat ke Sektor Bisnis )

"Tidak ada bisnis yang ingin pendapatannya dibatasi. Semua bisnis ingin nyaman, namun pemerintah harus memastikan bahwa tidak boleh ada monopoli. Kondisinya sekarang bisnis penerbangan Indonesia didominasi oleh dua grup besar, dibutuhkan adanya kompetisi yang lebih banyak demi kesehatan bisnis. Pada akhirnya, hal ini mengakibatkan krisis kepercayaan antara stakeholder pariwisata, masyarakat, maskapai, dan pemerintah," simpulnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPN Tiket Pesawat Dihapus...
PPN Tiket Pesawat Dihapus dan Harga BBM Subsidi Stabil
Tiket Pesawat Berpotensi...
Tiket Pesawat Berpotensi Naik Usai Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Izinkan Maskapai...
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Hingga 25 Persen
Rencana Penurunan Harga...
Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat Sebelum Natal
Tekan Harga Tiket, Presiden...
Tekan Harga Tiket, Presiden Jokowi Minta Jumlah Pesawat Ditambah
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Murah di Hari Apa? Ini Waktu yang Tepat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved