Zurich: Kerentanan Cyber dan Data Bocor Perlu Diperhatikan

Jum'at, 26 April 2019 - 11:24 WIB
Zurich: Kerentanan Cyber...
Zurich: Kerentanan Cyber dan Data Bocor Perlu Diperhatikan
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Zurich Insurance Indonesia, Hassan Karim mengungkapkan, setidaknya terdalam lima risiko utama yang mengarah ke Indonesia pada tahun 2019 ini. Ia menyampaikan bahwa dalam laporan Global Risk World Economic Forum ke-14, terdapat risiko dalam interkoneksi.

"Kita harus melihat spektrum menyeluruh dari risiko dan mulai bekerja mencari solusi. Interkonektivitas risiko ini butuh ditangani oleh semua stakeholders, baik dari bisnis maupun pemerintah dengan memitigasinya lewat kolaborasi yang kompak," ungkap Hassan Karim dalam acara Zurich Global Risk Forum: Global Fragilities, Risk Mitigation and Impact to Today's Interconnected World di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Lebih lanjut Ia memberikan rician lima risiko yang membayang Indonesia, pertama dari segi makro ekonomi yakni perlambatan ekonomi dan tensi geopolitik secara global. Sedangkan risiko kedua adalah environmental risk atau cuaca ekstrim, meski menurutnya bukan isu baru tetapi hingga saat ini belum terselesaikan bagaimana cara menghadapinya.

"Perubahan iklim dan cuaca sangatlah penting mengingat dampaknya ke Indonesia. Negara kita seringkali mengalami bencana alam besar seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami. Namun perlu diperhatikan bahwa isu utama adalah banjir. Semua bencana ini tentunya berpengaruh ke bisnis dan hidup kita," tambahnya.

Ungkapnya risiko ketiga yaitu tingginya angka urbanisasi dan berisiko pada banjir, terkait dengan faktor lingkungan. Technological vulnerabilities juga perlu diperhatikan, dimana ransisi tren, seiring waktu, kita semakin bergantung pada teknologi dan kemudahannya yang meningkatkan kerentanan di saat yang sama. Risiko kelima yang terakhir adalah mental well-being, perubahan kompleks di masyarakat dan gaya hidup.

"Kerentanan cyber dan bocornya data serta privasi kita juga perlu diperhatikan. Ketergantungan kita yang sangat tinggi terhadap teknologi akan semakin mengekspos kerentanan kita terhadap serangan cyber, tentunya hal ini menjadi PR kita untuk memitigasi risikonya bersama," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Siap Ekspansi Bisnis...
BNI Siap Ekspansi Bisnis Digital di Metaverse Indonesia dengan Menggandeng WIR Group
Transisi Bisnis Era...
Transisi Bisnis Era Normal Baru, Broadway Group Ajak Majukan Ekonomi Digital
Fokus Besarkan Digital,...
Fokus Besarkan Digital, MNC Group Rekrut Abhishek Tiwari & Bangun Kantor Pusat AI di India
Hadiri APOS 2025, Angela...
Hadiri APOS 2025, Angela Tanoesoedibjo Dorong Kolaborasi Berbagai Platform Media di Era Digital
Era Industri 4.0, Hary...
Era Industri 4.0, Hary Tanoesoedibjo: MNC Group Tetap Jadi Leader
BuddyKu Fest: Transformasi...
BuddyKu Fest: Transformasi Sex Education In Digital Era
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
38 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved