JCR Perbaiki Rating Kredit Indonesia dari Stabil Jadi Positif

Jum'at, 26 April 2019 - 20:54 WIB
JCR Perbaiki Rating...
JCR Perbaiki Rating Kredit Indonesia dari Stabil Jadi Positif
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari Stabil menjadi Positif. Hal ini sekaligus mengafirmasi rating pada BBB (Investment Grade) pada tanggal 26 April 2019.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyambut baik perbaikan outlook peringkat Indonesia tersebut.

"Hal ini menunjukkan langkah-langkah kebijakan yang ditempuh secara konsisten dan tersinergi oleh Bank Indonesia, pemerintah, dan berbagai pemangku kebijakan lainnya sudah tepat. Sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap ketahanan dan prospek perekonomian Indonesia ke depan," ujar Perry di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Rating Indonesia mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang solid ditopang oleh konsumsi domestik, level defisit anggaran dan utang pemerintah yang terjaga, resiliensi terhadap gejolak eksternal yang didukung oleh kebijakan nilai tukar fleksibel dan akumulasi cadangan devisa.

Perry menambahkan, terdapat beberapa faktor yang mendorong perbaikan dari sovereign credit outlook Indonesia. Pertama, pemerintah dinilai berhasil merumuskan rencana pembangunan infrastruktur dalam skala besar dan secara kuat yang diarahkan untuk mengatasi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi.

Rencana tersebut terus berjalan dengan perkembangan yang melebihi ekspektasi JCR dan landasan ekonomi semakin diperkuat untuk mengakselerasi pertumbuhan dalam jangka menengah panjang.

Kedua, pemerintah juga dinilai berhasil meningkatkan anggaran untuk infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia serta membatasi defisit anggaran dengan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Ketiga, kemungkinan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui keberlanjutan inisiatif reformasi. Lebih lanjut, Bank Indonesia dinilai telah meningkatkan kemampuan respon kebijakannya," terang Perry.

Bauran kebijakan yang terdiri dari peningkatan suku bunga kebijakan secara kumulatif sebesar 175 basis poin sejak Mei 2018, dan relaksasi kebijakan makroprudensial telah memungkinkan BI untuk menjaga stabilitas eksternal.

Selanjutnya, JCR meyakini bahwa Pemerintah Republik Indonesia akan menjaga disiplin fiskal dalam mendorong konsolidasi fiskal. Pemerintah telah mengumumkan rencana menjaga rasio defisit anggaran pada kisaran 1,5% dari PDB dan menurunkan rasio utang pemerintah terhadap PDB dari 29,8% di 2018 menjadi 26-27% di tahun 2022.

Selain itu, kondisi sektor perbankan masih tetap sehat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit bermasalah (NPL) di akhir 2018, masing-masing sebesar 23% dan 2,4%.

JCR sebelumnya meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB-/outlook positif menjadi BBB/outlook stabil pada pada 8 Februari 2018.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profil Perry Warjiyo,...
Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI Terpilih Periode 2023-2028
Begini Pernyataan Gubernur...
Begini Pernyataan Gubernur BI Seusai Kantor Digeledah KPK Buntut Dana CSR
BI Rate April 2026 Ditahan...
BI Rate April 2026 Ditahan 4,75%, Begini Penjelasan Perry Warjiyo
Riwayat dan Arti Gelar...
Riwayat dan Arti Gelar Pendidikan Gubernur BI Perry Warjiyo
Daftar 28 Pimpinan Satuan...
Daftar 28 Pimpinan Satuan Kerja BI yang Dilantik Perry Warjiyo
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
41 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
58 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved