Efisiensi Keuangan KKP, Menteri Susi Andalkan Kebijakan Susinisasi

Sabtu, 27 April 2019 - 15:14 WIB
Efisiensi Keuangan KKP,...
Efisiensi Keuangan KKP, Menteri Susi Andalkan Kebijakan Susinisasi
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, efisiensi manajemen keuangan juga diterapkan dalam kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Lebih lanjut, Ia menekankan seputar keunggulan para perempuan yang diperkuat dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh World Bank terhadap 150 negara.

"Saya itu lakukan melalui kebijakan ‘Susinisasi’ yaitu penghematan anggaran lewat penyederhanaan nomenklatur anggaran dengan memangkas hal-hal yang dirasa tak terlalu krusial," jelas Menteri Susi di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Ia juga mendorong agar para perempuan menggunakan berbagai kelebihan yang dimilikinya tersebut sambil mengurangi sifat kesungkanan dalam budaya timur yang seringkali menghantui para perempuan di Indonesia. “Jadi perempuan sudah punya modal banyak, kelebihan-kelebihan kita sebagai perempuan itu bisa dikapitalisasi," jelasnya.

Sementara Survei World Bank menyatakan bahwa perempuan cenderung lebih amanah dibandingkan dengan pria. “Survei menunjukkan itu. World Bank saja dalam risetnya di 150 negara mendapatkan bahwa cenderungnya perempuan memang lebih bisa dipercaya daripada laki-laki. Tidak menutup mata bahwa yang terkena kasus korupsi juga ada oknum-oknum perempuan. Tetapi jumlahnya, persentasenya tetap lebih kecil dibanding yang laki-laki,” ujar Susi.

Menurutnya hal itu turut tercermin dalam kemampuan manajemen keuangan para keluarga nelayan di berbagai daerah. Berbagi pengalamannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan selama 4,5 tahun terakhir. Susi mengatakan nelayan memiliki kemampuan dalam mengatur anggaran rumah tangga.

“Saya melihat juga ibu-ibu punya kemampuan bisa menahan excessive spending (pengeluaran berlebihan). Saya lihat ibu-ibu nelayan di Pantai Selatan, Pangandaran, Tasik, Pameunpeuk itu ibu-ibunya lebih memegang kendali keuangan. Masyarakat nelayannya hidupnya lebih bagus karena saat suami pulang, dia pegang ikannya, dia bawa ke pasar jual, uangnya yang pegang perempuan. Rumahnya bagus, pendidikan anak-anaknya bagus,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
5 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
6 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
7 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
7 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
7 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
8 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved