Tren Penyelundupan Kian Marak, DJBC Perkuat Sinergi

Selasa, 30 April 2019 - 16:46 WIB
Tren Penyelundupan Kian...
Tren Penyelundupan Kian Marak, DJBC Perkuat Sinergi
A A A
JAKARTA - Penindakan yang telah dilakukan Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) disebut sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum dan memberantas peredaran barang-barang ilegal. Di tahun 2019 hingga April, DJBC telah melakukan 3.354 penindakan di bidang impor.

Dari jumlah tersebut, terdapat 136 kasus penyelundupan telepon genggam. Peredaran barang tersebut tidak hanya akan merugikan para pelaku industri dalam negeri yang taat terhadap peraturan, namun juga berpotensi membahayakan masyarakat mengingat tidak adanya izin edar yang diterbitkan oleh pemerintah.

Sebagaimana yang telah digaungkan dalam Program Penertiban Impor, Cukai, dan Ekspor Ilegal di Selat Malaka, Pesisir Timur Sumatera, dan Batam pada 15 Januari 2019 lalu di Batam, keberhasilan DJBC ini tidak lepas dari sinergi dan komitmen kementerian/lembaga lain di antaranya TNI, Polri, Kejaksaan Agung, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), BAKAMLA, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Sejauh ini, PPATK bertekad untuk melaksanakan operasi gabungan dengan kombinasi dua pendekatan, yaitu metode follow the suspect and the follow the money dalam case building. Ini adalah kasus ke-15 yang pernah kami tangani," ujar Kepala PPATK Kiagus Ahmad Baharuddin di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dia mengatakan, PPATK melakukan silent operation dengan DJBC dalam data mining. Data ekspor impor barang elektronik, pemainnya, berapa jumlah masuk keluarnya, kemudian data tersebut digabungkan dengan dokumen impor.

"Kalau terjadi selisih, berarti ada transaksi di luar pengetahuan Bea Cukai, berarti transaksi ilegal. Setelah ditelusuri sumbernya, pelaku cenderung bekerja sama dengan perusahaan penjual valuta asing," jelasnya.

Sementara itu, Komando Armada I TNI Yudo Margono menyebutkan bahwa sejauh ini tren penyelundupan berada di titik Selat Malaka dan Selat Singapura.

"Tren lain selain penyelundupan barang elektronik adalah penyelundupan baby lobster dari Jambi, Banten, dan Palembang. Kami berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan baby lobster," ujarnya.

BAKAMLA di sisi lain berkomitmen untuk bekerja sama dengan DJBC dalam penertiban barang masuk. Sementara itu, Polri akan turut serta mewujudkan sinergi di level nasional dan regional untuk meminimalisir kerugian ekonomi. Pihak Kejaksaan bersama seluruh jajaran pun menegaskan komitmen untuk melaksanakan koordinasi berkelanjutan dan melakukan penegakan hukum bea cukai.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Bea dan Cukai...
Ditjen Bea dan Cukai Gagalkan Penyelundupan 7,4 Ton Narkoba Masuk ke Indonesia
Peringati Hari Pabean...
Peringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Komitmen Lindungi Masyarakat
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman...
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp2 Miliar di Tabanan, Bali
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Peringati HPI 2025,...
Peringati HPI 2025, Ditjen Bea Cukai Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Bea Cukai dan Polda...
Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kilogram Sabu dari Malaysia
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
23 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
3 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved