Indonesia Akan Jadi Kiblat Industri Fesyen di Dunia

Kamis, 02 Mei 2019 - 05:12 WIB
Indonesia Akan Jadi...
Indonesia Akan Jadi Kiblat Industri Fesyen di Dunia
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri fesyen muslim di Tanah Air agar semakin berdaya saing di kancah global. Upaya strategis ini untuk menujukkan kesiapan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.

“Peluang pasar fesyen muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri fesyen muslim dari dalam negeri,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Menurut Menperin, perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. Pada tahun 2018, jumlah populasi umat Islam mencapai 24% dari total penduduk muslim dunia.

Sementara itu, The State Global Islamic Economy melaporkan konsumsi fesyen muslim dunia saat ini mencapai USD270 miliar, yang diproyeksi terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 5% sehingga pada tahun 2023 bakal menyentuh hingga USD361 miliar. Sedangkan, konsumsi fesyen muslim di Indonesia berada di angka USD20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2% per tahunnya.

“Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. Sesuai data dari The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab,” papar Airlangga.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia. "Menyongsong tahun 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Apalagi, industri fesyen muslim yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tesktil (TPT) memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Ekspor produk TPT nasional mencapai USD13,27 miliar pada tahun 2018 atau tumbuh 5,4% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD12,59 miliar.

“Pasar fesyen muslim terbesar adalah ke negara-negara OKI, yakni mencapai USD191 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI,” ujar Menperin.

Di sisi lain, kinerja industri TPT semakin tumbuh signifikan, dari 3,76% pada tahun 2017 menjadi 8,73% di tahun 2018. Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi terhadap penyelanggaraan Pameran Muslim Fashion Festival. Selain sebagai ajang promosi beragam produk fesyen muslim nasional, diharapkan juga dapat menjadi akses untuk memperluas pasar internasional.

“Melalui kegiatan ini, tentunya akan mendatangkan buyer potensial, kemudian terjadinya business to business. Apalagi adanya desainer muda dari SMK, ini sejalan dengan program Bapak Presiden Joko Widodo terkait pengembangan SDM yang sedang menjadi prioritas, termasuk dalam memacu sektorindustri kreatif khususnya fesyen karena masuk dalam Making Indonesia 4.0,” paparnya.

Airlangga melihat bahwa karya cipta anak bangsa sudah punya level yang baik di era digital. Misalnya, produk fesyen, kosmetika, dan perhiasan yang sudah merambah pasar mancanegara. “Di Asean, kita jadi yang terbaik dan terkreatif. Bahkan, dengan pasar era digital saat ini, membuka IKM untuk punya peluang yang sama dalam menjangkau pasar lebih luas lagi,” tuturnya.

Sambung Dia menambahkan, Indonesia dinilai punya potensi besar dalam pengembangan industri yang berbasis lifestyleatau gaya hidup, termasuk produsen fesyen, kosmetika, dan perhiasan. “Tiga serangkai ini pertumbuhannya mampu di atas 3%,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Pemerintah Dorong Pembangunan...
Pemerintah Dorong Pembangunan Kawasan Industri Tekstil hingga Fesyen
Satu Abad Industri Tekstil...
Satu Abad Industri Tekstil di Indonesia, Kemenperin Ungkap Sejumlah Tantangan
35 Juta Masker Kain...
35 Juta Masker Kain Diserap dari Industri Tekstil, Kemudian Dibagikan ke Masyarakat
Bagi-bagi Mesin ke IKM...
Bagi-bagi Mesin ke IKM Tekstil Demi Pacu Produksi Saat Pandemi
Ini Alasan Industri...
Ini Alasan Industri Benang Jahit Tetap Kokoh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
2 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
4 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
5 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
6 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
16 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved