Selama 5 Tahun, Level Mekanisasi Pertanian Indonesia Meningkat 236%

Kamis, 02 Mei 2019 - 21:36 WIB
Selama 5 Tahun, Level...
Selama 5 Tahun, Level Mekanisasi Pertanian Indonesia Meningkat 236%
A A A
JAKARTA - Program modernisasi pertanian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam 5 tahun terakhir berhasil meningkatkan level mekanisasi pertanian Indonesia sebesar 236%.

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) Badan Litbang Pertanian Kementan mengeluarkan data, tahun 2015, level mekanisasi pertanian Indonesia baru 0,5 Horse Power (HP) per hektar. Tahun 2018, level mekanisasi pertanian Indonesia meningkat 236% menjadi 1,68 HP per hektar.

"Berbagai langkah ditempuh Kementan untuk menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan. Salah satunya dengan mekanisasi pertanian. Saya merespon positif terhadap data yang dikeluarkan BB Mektan ini," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan, Sarwo Edhy di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Kenaikan level mekanisasi pertanian Indonesia itu dicapai Indonesia dengan adanya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara besar besaran untuk para petani sejak akhir tahun 2014. Sampai tahun 2018, sebanyak 438.506 unit alsintan yang diberikan pemerintah kepada para petani.

Jenis-jenis alsintan yang diberikan pemerintah antara lain traktor roda 2, tractor roda 4, pompa air, rice tranplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, alat tanam jagung, backhor loader, rotatanam, grain seeder, mist blower dan penyiang gulma.

"Yang biasa panen sekali bisa menjadi dua kali, yang biasanya dua kali menjadi tiga kali dengan memanfaatkan alsintan," kata Sarwo Edhy.

Level mekanisasi pertanian adalah penggunaan daya alsintan terhadap luas areal yang tercover oleh alsintan. Level mekanisasi pertanian Indonesia tersebut masih kalah bila dibanding dengan Malaysia, Thailand, Jepang dan Amerika Serikat.

Tahun 2015, level mekanisasi pertanian di Amerika Serikat 17 HP per ha, Jepang 16 HP per ha, Malaysia 2,4 HP per ha dan Thailand 2,5 HP per ha. Sementara level mekanisasi pertanian Vietnam pada 2015 sebesar 1,5 HP per ha.

Untuk 2019, lanjut Sarwo Edhy, Kementan akan mengalokasikan alsintan sebanyak 40.390 unit. Menurutnya, alsintan ini berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani. Selain itu, tingkat produksi tanaman pangan Indonesia juga terus meningkat.

"Bantuan alsintan mampu menekan biaya operasional 35% hingga 48% dalam produksi petani. Dulu tanpa kemajuan mekanisasi ini, petani bisa membajak sawahnya satu hektar berhari-hari, tapi ini cukup dua hingga tiga jam saja," kata Sarwo Edhy.

Dia menjelaskan, penggunaan alsintan modern juga dapat menyusutkan hasil panen (losses) sebesar 10%. Tidak hanya itu, juga meningkatkan nilai tambah dan penanaman padi yang dulunya hanya satu kali setahun kini bisa tiga kali karena proses pengolahan dan panen yang cepat.

"Dengan demikian, produksi yang dicapai petani lebih tinggi. Pendapatan petani pun ikut naik," ujar Sarwo Edhy.

Penggunaan alsintan, lanjutnya, juga mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Sebab, mekanisasi pertanian telah mengubah pandangan masyarakat mengenai bertani.

"Dulu petani miskin, kumuh. Sekarang sejahtera. Lihat saja, dengan alat yang modern, petani bisa olah tanah, panen sambil telepon dan pakaian yang rapih. Ini mengubah mindset," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
CropLife Indonesia Menggelar...
CropLife Indonesia Menggelar AGM Bersama Stakeholder untuk Pertanian Modern
Keluar Gedung KPK, Direktur...
Keluar Gedung KPK, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Irit Bicara
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Apel Siaga Penyerahan...
Apel Siaga Penyerahan Alat dan Mesin Pertanian di Makodam IV Diponegoro
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
6 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
6 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
6 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
7 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved