Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:33 WIB
loading...
Dengan sejumlah alsintan yang digelontorkan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan mencoba mengubah pola pikir atau mindset petani di lokasi Food Estate. Foto/Dok
A
A
A
KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan) bukan hanya bergerak untuk memaksimalkan produksi pertanian di lokasi Food Estate Kalimantan Tengah. Namun dengan sejumlah alsintan yang digelontorkan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan mencoba mengubah pola pikir atau mindset petani . Termasuk juga mencoba melibatkan petani milenial.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian selalu mendorong agar pertanian Indonesia menjadi maju, mandiri, dan modern. “Salah satu ciri pertanian modern dan maju adalah dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam menjalankan aktivitas pertanian. Dengan cara ini, produktivitas bisa digenjot. Karena alsintan bisa menekan losses,” tuturnya, Kamis (8/10/2020).
(Baca Juga: Jokowi Yakin Model Bisnis Food Estate Bisa Dongkrak Pendapatan Petani )
Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mempertegas pernyataan tersebut dengan menguangkapkan, alsintan harus dimanfaatkan untuk mendukung pertanian, khususnya di lokasi Food Estate. “Jadi para petani ini kita dorong untuk mengubah mindset mereka dari pola bertani tradisional ke pola bertani modern, tentunya dengan mekanisasi. Caranya dengan memanfaatkan alsintan,” tuturnya.
Untuk mendukung pertanian di Food Estate, Ditjen PSP memaksimal peran alsintan. Di antaranya alat tanam transplanter, mesin olah tanah seperti traktor roda dua yang kapasitasnya 0,3 sampai 0,5 hektar perhari, kemudian traktor roda 4 kapasitas nya 3 sampai 4 hektar perhari.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian selalu mendorong agar pertanian Indonesia menjadi maju, mandiri, dan modern. “Salah satu ciri pertanian modern dan maju adalah dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam menjalankan aktivitas pertanian. Dengan cara ini, produktivitas bisa digenjot. Karena alsintan bisa menekan losses,” tuturnya, Kamis (8/10/2020).
(Baca Juga: Jokowi Yakin Model Bisnis Food Estate Bisa Dongkrak Pendapatan Petani )
Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mempertegas pernyataan tersebut dengan menguangkapkan, alsintan harus dimanfaatkan untuk mendukung pertanian, khususnya di lokasi Food Estate. “Jadi para petani ini kita dorong untuk mengubah mindset mereka dari pola bertani tradisional ke pola bertani modern, tentunya dengan mekanisasi. Caranya dengan memanfaatkan alsintan,” tuturnya.
Untuk mendukung pertanian di Food Estate, Ditjen PSP memaksimal peran alsintan. Di antaranya alat tanam transplanter, mesin olah tanah seperti traktor roda dua yang kapasitasnya 0,3 sampai 0,5 hektar perhari, kemudian traktor roda 4 kapasitas nya 3 sampai 4 hektar perhari.
Lihat Juga :