Perluas Manfaat, GO-PAY Kini Bisa untuk Investasi Reksa Dana

Jum'at, 03 Mei 2019 - 11:39 WIB
Perluas Manfaat, GO-PAY...
Perluas Manfaat, GO-PAY Kini Bisa untuk Investasi Reksa Dana
A A A
JAKARTA - GO-PAY sebagai alat pembayaran digital terus memperluas manfaatnya. Bukan sekadar kebutuhan harian, mobile payment (uang elektronik) yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia itu kini bisa digunakan untuk berinvestasi reksa dana.

Penambahan layanan transaksi tersebut seiring dengan terjalinnya kerja sama antara GO-PAY dengan platform Bibit.id sebagai bagian dari pengembangan investasi reksa dana online mulai awal Mei 2019.

Managing Director GO-PAY Budi Gandasoebrata mengatakan, sejak awal awal dibentuk GO-PAY memiliki misi untuk menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia dapat mengakses ke layanan jasa keuangan. Hal ini akan terus dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk 28 institusi keuangan yang telah bekerja sama dengan GO-PAY.

"Kami pun sangat menyambut positif kolaborasi yang terjalin dengan Bibit.id karena harapannya inovasi yang kami hadirkan melalui kolaborasi ini dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi, tutur Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5/2019).

Kehadiran GO-PAY yang merupakan bagian dari layanan serta ekosistem GO-JEK itu di bidang investasi kian mengukuhkan sebagai mobile payment paling populer di masyarakat Indonesia.

Hasil studi lembaga riset YouGov terkait payment methods in Indonesia yang dirilis Januari 2019 mecatatkan penggunaan GO-PAY mencapai 80%. Menempatkannya sebagai mobile payment paling sering digunakan masyarakat Indonesia, jauh di atas kompetitornya.

Para kompetitor antara lain OVO yang dalam riset tersebut tercatat 60%, PayPal 54%, T-Cash (LinkAja) 46%, dan DOKU Wallet 14%. Riset tersebut melibatkan 1.500 responden.

Lembaga riset independen asal Singapura, FT Confidential Research juga mengumumkan hasil serupa. GO-PAY menjadi aplikasi pembayaran online paling populer di Indonesia karena digunakan oleh hampir tiga perempat pengguna pembayaran seluler sampai akhir 2018.

Persentasenya mencapai lebih dari 75%. Sebaliknya kompetitor terdekat yang ada di posisi dua digunakan oleh sebesar 42%. Hal tersebut mengingat GO-PAY bisa digunakan untuk beragam transaksi. Budi mengistilahkan, mulai beli gorengan, ngopi di kafe, sampai beli produk investasi bisa dilakukan.

Sementara terkait dengan investasi, pengguna GO-PAY bisa berinvestasi reksa dana melalui platform Bibit.id mulai dari Rp10.000. Selain itu, Budi bilang keuntungan lain yang diperoleh investor saat menggunakan GO-PAY adalah tidak adanya pengenaan biaya transfer saat melakukan pembelian reksa dana lewat akun bank. Layanan ini sekaligus menjadi pembeda antara GO-PAY dengan aplikasi sejenis.

"Hal ini menjadi sangat penting mengingat biaya transfer hingga sebesar Rp6.500 masih sering membebani investor individu yang baru mulai berinvestasi rutin dengan modal kecil," imbuhnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SPIN Points & New UI/UX...
SPIN Points & New UI/UX Soft Launching: SPIN Points, Fitur Reward yang Manjakan Konsumen SPIN
Reksa Dana Pasar Uang...
Reksa Dana Pasar Uang Bisa Jadi Pilihan di Tengah Pemulihan Pasar Keuangan
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Reksa Dana Pasar Uang...
Reksa Dana Pasar Uang Tempat Kece Buat Dana Darurat
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved