Harga Minyak Dunia Mixed Terjebak di Antara Sanksi AS dan Perang Dagang

Selasa, 07 Mei 2019 - 10:16 WIB
Harga Minyak Dunia Mixed...
Harga Minyak Dunia Mixed Terjebak di Antara Sanksi AS dan Perang Dagang
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan, Selasa (7/5/2019) bergerak variatif alias mixed di tengah sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela. Sementara tensi perang dagang AS versus China yang memanas hingga bisa memperlambat ekonomi global sedikit banyak berdampak terhadap pasar minyak Internasional.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD62,29 per barel atau 4 sen di atas posisi penutupan terakhir. Sedangkan harga minyak mentah Brent lebih rendah 8 sen dari sesi sebelumnya menjadi USD71,16 per barel.

Analis mengatakan ada sejumlah faktor yang menempatkan tekanan ke atas harga minyak mentah dunia. Salah satunya Amerika Serikat yang melakukan pengetatan sanksi terhadap ekspor minyak Iran dan bakal meningkatkan kehadiran militer di Timur Tengah. Sedangkan Teheran telah mengatakan akan menentang sanksi ini dan mencoba untuk terus menjual minyak.

Iran juga telah mengancam "tindakan timbal balik" terhadap sanksi AS, yang dapat berarti memulai kembali beberapa program nuklirnya. Terpantau sanksi AS telah mengurangi separuh ekspor minyak mentah Iran selama setahun terakhir menjadi di bawah 1 juta barel per hari (bph) dan pengiriman ke pelanggan diperkirakan turun hingga 500.000 barel per hari di bulan Mei karena sanksi AS semakin ketat.

Di luar Iran, krisis di Venezuela juga telah mengganggu pasokan minyak dari anggota OPEC ini, dengan Washington memberikan sanksi minyak pada pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro. "Ketika Gedung Putih mempertaruhkan Iran dan Venezuela, apakah endgame minyak itu terjadi?" Tanya Bank of America Merrill Lynch dalam sebuah catatan.

"Situasi politik Venezuela tampaknya tidak dapat dipertahankan, tetapi ekspor minyak dapat terus berkontraksi sampai industri menerima suntikan modal, prospek yang redup untuk saat ini," kata bank.

Sementara pertumbuhan global telah terancam oleh perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Pembicaraan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia berakhir pada akhir pekan, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan bakal menerapkan tarif impor baru untuk barang-barang China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved