Rupiah Dibuka Masih Anjlok Saat Dolar Dekati Level Terendah

Selasa, 07 Mei 2019 - 10:42 WIB
Rupiah Dibuka Masih...
Rupiah Dibuka Masih Anjlok Saat Dolar Dekati Level Terendah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (7/5/2019) dibuka masih anjlok di zona merah untuk sulit keluar dari tekanan. Padahal dolar AS cenderung terdorong lebih rendah saat Yen Jepang mendapatkan keuntungan dari kondisi geopolitik yang memanas.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka jatuh ke posisi Rp14.309/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah masih terus menyusut usai kinerja negatif sebelumnya Rp14.308/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi pagi terus tenggelam menjadi Rp14.305/USD dengan pergerakan harian Rp14.285 sampai dengan Rp14.310/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan awal pekan kemarin Rp14.295/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah ambruk pada posisi Rp14.315/USD atau terkapar dari sebelumnya di level Rp14.300/USD. Sentimen ekternal diyakini membuat rupiah terus bergejolak, meski ditopang data kondisi domestik yang memperlihatkan perbaikan.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange lebih rendah ke level Rp14.309/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.297/USD. Rupiah hari ini terus merosot dengan bergerak di kisaran Rp14.292-Rp14.311/USD.

Di sisi lain, Dolar menggantung di dekat level terendah lima minggu terhadap yen pada perdagangan hari Selasa setelah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China menghidupkan kembali kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global.

Greenback relatif tidak berubah terhadap sebagian besar rival-rival utamanya, bahkan ketika komentar dari Gedung Putih mengatakan bahwa China telah menjauh dari komitmen terkait perdagangan untuk kemudian mendorong turunnya imbal hasil obligasi AS dan stok berjangka.

Indeks dolar terhadap enam mata uang pesaing lainnya tidak beranjak pada level 97,53 setelah mengakhiri sesi sebelumnya hampir mendatar. Sedangkan saat melawan Yen Jepang terlihat dolar lebih rendah di level 110,655.

Raihan itu membuat USD menyentuh level terendah lima minggu menjadi 110,255 terhadap Yen Jepang selama sesi sebelumnya. Mata uang Jepang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang merupakan negara kreditor terbesar di dunia dengan aset yang tersebar.

Selanjutnya Euro bertahan stabil pada posisi 1,1199 ketika berhadapan dengan dolar AS. Sementara dolar Australia menanjak naik sebesar 0,1% menjadi 0,6993 per USD, meskipun masih melayang di dekat level terendah empat bulan selama sesi sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Ruas Tol yang...
Daftar Ruas Tol yang Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved