Dolar Tertekan, Kurs Rupiah di Akhir Sesi Merangkak Naik

Selasa, 07 Mei 2019 - 16:33 WIB
Dolar Tertekan, Kurs...
Dolar Tertekan, Kurs Rupiah di Akhir Sesi Merangkak Naik
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (7/5/2019) sedikit membaik untuk berbalik melawan setelah dalam beberapa pekan terakhir berkutat di zona merah. Perbaikan kurs rupiah memanfaatkan kondisi dolar AS yang tengah mengalami tekanan seiring gejolak perdagangan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah mencoba pulih di level Rp14.275/USD atau membaik dari sebelumnya Rp14.295/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.260 hingga Rp14.316/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga menanjak ke level Rp14.280/USD dibandingkan sesi penutupan kemarin Rp14.297/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.267-Rp14.311/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah masih lesu untuk berada pada level Rp14.305/USD. Kondisi tersebut memperlihatkan rupiah masih rentan ketika menghadapi dolar AS dari sebelumnya bertengger di posisi Rp14.300/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah menjadi Rp14.309/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu usai kemarin Rp14.308/USD.

Di sisi lain Dolar tetap berada tidak jauh dari level terendah lima minggu terhadap Yen Jepang pada perdagangan hari Selasa, setelah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-China menghidupkan kembali kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan global. Dolar Australia naik versus mata uang AS karena fokus investor beralih ke keputusan suku bunga yang akan diambil oleh bank sentral Australia.

Greenback mempertahankan sebagian besar posisinya terhadap kebanyakan rival utama, bahkan ketika komentar dari pejabat perdagangan AS bahwa China telah melanggar komitmen terkait perdagangan yang membebani hasil obligasi AS dan saham berjangka. Indeks dolar versus enam mata uang utama lainyya berada di bawah level 97,436, setelah mengakhiri sesi sebelumnya hampir cenderung mendatar.

Melawan yen, dolar turun sepersepuluh persen menjadi 110,63. Raihan itu telah menyentuh level terendah lima minggu di 110,255 per dolar selama sesi sebelumnya. Mata uang Jepang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang merupakan negara kreditor terbesar di dunia. Sedangkan Dolar Aussie naik 0,1% pada posisi 0,6995 terhadap USD jelang keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
15 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
37 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
59 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved