Rupiah Tak Berdaya Lawan USD di Awal Sesi Saat Yen Meroket
Rabu, 08 Mei 2019 - 10:33 WIB
Rupiah Tak Berdaya Lawan USD di Awal Sesi Saat Yen Meroket
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (8/5/2019) dibuka masih tak berdaya untuk melanjutkan tren negatif dalam beberapa pekan terakhir. Keterpurukan kurs rupiah mengiringi Yen Jepang yang terus meroket mendekati level tertinggi di tengah gejolak perdagangan yang semakin memanas.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka membaik ke posisi Rp14.305/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah masih mencoba naik usai kinerja negatif sebelumnya Rp14.309/USD.
Sedangkan data Yahoo Finance menunjukkan kemerosotan rupiah pada sesi pembuka perdagangan menjadi Rp14.290/USD dengan pergerakan harian Rp14.285 sampai dengan Rp14.305/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan Selasa kemarin yang sempat membaik ke posisi Rp14.275/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga masih berkutat di zona merah untuk berada pada level Rp14.312/USD dan terus tenggelam. Sebelumnya rupiah juga lesu saat berhadapan dengan USD di level Rp14.305/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange menyusut ke level Rp14.289/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.280/USD. Rupiah hari ini tergelincir dengan bergerak di kisaran Rp14.289-Rp14.302/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, tumbuhnya kekhawatiran tentang dampak dari konflik perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China yang memburuk pada pertumbuhan global membuat mata uang safe-haven Yen Jepang mendekati level tertinggi baru-baru ini terhadap mata uang lainnya pada perdagangan hari Rabu.
Pada awal sesi, indeks dolar terhadap enam rival utama bertahan lebih rendah di level 97,560 setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan tipis 0,1%. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, dolar AS turun 0,1% menjadi 110,13 untuk mencetak kerugian di hari keempatnya terhadap mata uang Jepang dan turun mendekati level terendah enam minggu di level 110,09 per yen di awal sesi.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka membaik ke posisi Rp14.305/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah masih mencoba naik usai kinerja negatif sebelumnya Rp14.309/USD.
Sedangkan data Yahoo Finance menunjukkan kemerosotan rupiah pada sesi pembuka perdagangan menjadi Rp14.290/USD dengan pergerakan harian Rp14.285 sampai dengan Rp14.305/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal kejatuhan rupiah dibandingkan Selasa kemarin yang sempat membaik ke posisi Rp14.275/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga masih berkutat di zona merah untuk berada pada level Rp14.312/USD dan terus tenggelam. Sebelumnya rupiah juga lesu saat berhadapan dengan USD di level Rp14.305/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange menyusut ke level Rp14.289/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.280/USD. Rupiah hari ini tergelincir dengan bergerak di kisaran Rp14.289-Rp14.302/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, tumbuhnya kekhawatiran tentang dampak dari konflik perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China yang memburuk pada pertumbuhan global membuat mata uang safe-haven Yen Jepang mendekati level tertinggi baru-baru ini terhadap mata uang lainnya pada perdagangan hari Rabu.
Pada awal sesi, indeks dolar terhadap enam rival utama bertahan lebih rendah di level 97,560 setelah mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan tipis 0,1%. Sedangkan saat melawan Yen Jepang, dolar AS turun 0,1% menjadi 110,13 untuk mencetak kerugian di hari keempatnya terhadap mata uang Jepang dan turun mendekati level terendah enam minggu di level 110,09 per yen di awal sesi.
(akr)