Kemenhub Minta Anggaran Rp500 Miliar untuk Perbaiki Terminal Bus

Sabtu, 18 Mei 2019 - 18:55 WIB
Kemenhub Minta Anggaran...
Kemenhub Minta Anggaran Rp500 Miliar untuk Perbaiki Terminal Bus
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan berikhtiar memperbaiki dan merenovasi terminal-terminal bus tipe A di seluruh Indonesia. Tekad ini dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang yang menggunakan transportasi bus.

"Dalam jangka menengah, kami memang berencana merenovasi dan memperbaiki terminal-terminal bus tipe A di seluruh Indonesia. Selama ini, kami tidak dapat anggaran tapi tahun depan mungkin dapat alokasi anggaran yang memadai," ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Untuk itu, Budi Karya akan berbicara dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran renovasi terminal bus. Ia yakin bisa mendapatkan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan.

"Anggarannya kita harapkan dapat yang besar. Bila dapat, katakanlah Rp500 miliar, masing-masing terminal bisa dapat Rp10 miliar. Minimal di terminal itu ada lounge, WC yang bagus dan nyaman. Karena banyak sekali terminal yang masih perlu perbaikan. Karena ini juga ada kaitannya dengan pariwisata di daerah," katanya.

Selain perbaikan terminal bus, Menhub juga meminta kepada pengusaha bus untuk memperbaiki level of service, dengan memperbaiki dan merawat bus.

"Kalau busnya sudah reot, orang tidak akan mau naik. Tapi kalau busnya kinclong, orang akan tertarik," katanya.

Menhub menambahkan bahwa keinginan untuk mengembangkan bus sebagai angkutan utama sudah ada sejak tahun lalu. Karena kebanyakan yang naik bus ini adalah masyarakat menengah ke bawah.

"Keinginan kami mengembangkan bus sebagai angkutan utama sudah ada sejak tahun lalu. Terbukti ada beberapa produk yang mencoba dengan kelas khusus dan itu sukses," jelasnya.

Dia pun mengungkapkan buat bus baru dengan tarif yang mahal itu relatif sukses. Bahwasanya mobil pribadi menjadi favorit sekarang itu mungkin. Tapi untuk jangka panjang, minimal tahun depan itu tidak terjadi lagi.

"Kita tahu permintaan akan bus ini naik tiga kali lipat. Berita itu menggembirakan untuk kita, karena mereka tidak memilih kendaraan pribadi, kendaraan pribadi memang membuat kemacetan. Risiko lalu lintasnya juga banyak, kita kan tidak bisa memaksa hak individu untuk menggunakan kendaraan pribadi, jadi kita mengedukasi agar kita prefer dengan angkutan massal khususnya bus".
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Pengamat Transportasi...
Pengamat Transportasi Publik Sayangkan Pengelolaan Terminal Tipe A Tak Maksimal
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Dishub Imbau PO Bus...
Dishub Imbau PO Bus di Terminal Bekasi Tolak Penumpang Titipan Calo
Luwu Utara Dapat Bantuan...
Luwu Utara Dapat Bantuan Bus Sekolah dari Kementerian Perhubungan
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved