Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi

Selasa, 21 Mei 2019 - 15:37 WIB
Kementan Kembangkan...
Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi
A A A
JAKARTA - Usai sukses menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tidak kurang dari 350 ribu unit, kini Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan pertanian modern berbasis korporasi. Adapun kegiatan ini sudah memiliki percontohan di lima lokasi yang telah ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor: 07.1/kpts/OT.050/8/01/2019 yaitu di Kabupaten Tuban, Sukoharjo, Konawe Selatan, Barito Kuala, dan Ogan Komering Ilir.

"Saat ini, ditjen PSP juga menggencarkan program pengembangan Pertanian Korporasi berbasis Mekanisasi (PKBM) yang meliputi Penetapan Pembuatan Gudang Alsintan, Legalisasi Struktur Organisasi, Pelatihan Manajemen, dan Aplikasi UPJA Smart Mobile, dan Penetapan Petugas Pendamping Lapangan," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dari ribuan unit alsintan yang disalurkan sepanjang 2019 yakni terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, exavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual. "Alsintan tersebut sudah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA, dan brigade alsintan," sambungnya.

Sementara itu, pada tahun 2015 lalu tercatat alsintan yang telah disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, serta tahun 2017 sebanyak 82.560 unit dan di 2018 sebanyak 112.525 unit.

"Ditjen PSP juga melakukan Pengembangan Pemanfaatan Lahan Rawa melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi). Kebijakan ini diimplementasikan melalui kegiatan optimasi lahan rawa (lebak/pasang surut) dengan fokus peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP)," ujar Sarwo.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, bahwa program Serasi dilaksanakan dalam rangka peningkatan produktivitas dan pendapatan petani di provinsi Sumsel 220.000 Ha, Kalsel 153.363 Ha, dan Sulsel 33.505 Ha. Selain di provinsi-provinsi tersebut, program Serasi juga dialokasikan di Lampung, Kalteng, Kalbar, dan Riau dengan target 500 ribu Ha tahun ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved