Antisipasi Lonjakan Pemudik, Menhub Minta Fasilitas Pelabuhan Ditingkatkan

Minggu, 26 Mei 2019 - 10:01 WIB
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Menhub Minta Fasilitas Pelabuhan Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Guna mengantisipasi melonjaknya penumpang kapal pada masa mudik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta dilakukan peningkatan fasilitas yang ada di pelabuhan-pelabuhan. Dalam rangka itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya meninjau terminal penumpang dan KM Dorolonda 1660 yang akan bertolak dari Batam ke Belawan.

"Mudik Lebaran, dari Batam ke Medan atau dari Jakarta ke Medan ini menjadi favorit. Banyak sekali warga yang melakukan, bahkan secara reguler mereka lakukan itu. Di sini sudah kita lihat, penumpangnya banyak. Oleh karena itu kita minta bantuan PT Pelni dan pengelola pelabuhan untuk menambah fasilitas," ujar Budi di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Beberapa fasilitas yang dianggap Menhub perlu ditambahkan adalah tenda besar yang bisa digunakan para penumpang yang sedang menunggu kapal. Ia mengatakan, tenda tersebut berfungsi untuk mempermudah mobilisasi penumpang masuk ke kapal, karena jarak dari terminal sampai ke dermaga kapal dianggap cukup jauh sehingga penumpang harus menggunakan bis untuk menuju dermaga.

"Informasinya pelabuhan yang ada di Belawan bagus, otomatis di sini (Pelabuhan Batu Ampar) juga harus ditingkatkan. Kalau lihat kapasitasnya mesti ada tenda, jadi nanti kontainer-kontainer yang ada dikurangi, disitu bisa kita berikan tenda agar dari terminal menuju kapal tidak jauh. Tidak perlu naik bis lagi," jelasnya.

Selain memasang tenda, Menhub juga meminta Pelni agar menambah frekuensi kapal guna menampung pemudik dalam masa angkutan Lebaran tahun ini. "Yang penting juga untuk mudik ini, kita menugaskan Pelni agar menambah frekuensinya dan ada pelayanan kesehatan," tuturnya.

Kemenhub selanjutnya akan melakukan evaluasi untuk menentukan pelabuhan yang akan digunakan sebagai titik keberangkatan KM Kelud dan KM Dorolonda untuk menampung pemudik dari Batam menuju Belawan. Terdapat dua alternatif pelabuhan yang nanti akan digunakan salah satunya, yaitu Pelabuhan Sekupang dan Pelabuhan Batu Ampar.

"Kita evaluasi dulu. Alternatifnya, kita perbaiki yang disini atau kita kembali ke Pelabuhan Sekupang. Karena kita lihat memang fasilitasnya kurang maksimal di sini (Pelabuhan Batu Ampar),” ungkap Menhub.

Sementara itu, terkait aspek keselamatan pelayaran, Direktorat Jenderal Perhubungan laut Kemenhub telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memonitor kondisi cuaca. Kemudian, Menhub juga berpesan kepada awak kapal agar memiliki daftar manifest seluruh penumpang yang ada di kapal.

"Sejauh ini kalau Batam ke Medan tidak terlalu rawan, namun demikian kami sudah minta kepada Pak Dirjen Perhubungan Laut untuk secara dini berkoordinasi dengan BMKG untuk tetap memperhatikan cuaca. Kemudian satu yang penting, manifest harus terdaftar. Jadi yang beli tiket, dalam manifest, dan di lapangan itu harus cocok. Karena itu penting. Keselamatan kita lihat dari situ," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Puncak Arus Balik, Kemenhub...
Puncak Arus Balik, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan
Waspada Arus Balik dari...
Waspada Arus Balik dari Wilayah Sumatera ke Jabodetabek
Hari Lebaran Kedua,...
Hari Lebaran Kedua, Pelabuhan Eksekutif Merak Sepi Pemudik
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran 2024, Begini Suasana Pelabuhan Bakauheni Pagi Ini
Antisipasi Kepadatan...
Antisipasi Kepadatan Arus Balik di Pelabuhan Ketapang, Truk Logistik Dialihkan ke Situbondo
Arus Balik Lebaran 2024,...
Arus Balik Lebaran 2024, Pelabuhan Panjang Layani Pemudik R2 dan R4 Menuju Ciwandan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
6 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
6 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
6 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
6 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved