IHSG Menguat 76,270 Poin di Sesi Pagi, Bursa Asia Mixed

Jum'at, 31 Mei 2019 - 09:43 WIB
IHSG Menguat 76,270...
IHSG Menguat 76,270 Poin di Sesi Pagi, Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan, Jumat (31/5/2019) dengan tren positif untuk terus bertahan di zona hijau sejak kemarin. Pagi ini, IHSG menguat 76,270 poin yang setara 1,25% menjadi 6.180,38.

Sementara pada perdagangan sebelumnya, Rabu kemarin terpantau bursa saham Tanah Air melompat tinggi untuk bertahan kokoh di zona hijau. Laju IHSG tengah pekan ditutup naik 70,96 poin atau 1,18% ke level 6.104,11.

Peningkatan IHSG pada sesi pembukaan didorong antara lain oleh kenaikan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Astra International Tbk (ASII) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Hingga pukul 09.26 WIB, harga saham BBCA naik 2% jadi Rp29.275 per unit. Adapun harga saham BMRI naik 1,99% ke Rp7.700, BBRI naik 3,05% jadi Rp4.060, TLKM naik 2,91% ke Rp3.890, ASII naik 1,04% ke Rp7.275 dan HMSP naik 2,12% jadi Rp3.370 per saham.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia pada akhir pekan diperdagangan mixed seiring data ekonomi China yang berada di luar ekspektasi. Pada Jumat pagi, saham daratan China di awal sesi membaik dipimpin kenaikan Komposit Shanghai usai mendapatkan tambahan sebesar 0,22% dan Komposit Shenzhen naik sekitar 0,275%.

Selanjutnya tren positif juga dicetak indeks Hang Seng, Hong Kong yang merayap tipis 0,12%. Sementara indeks Nikkei Jepang mendapatkan tekanan untuk kemudian terpantau lebih rendah 0,66% pada perdagangan pagi, dengan indeks Topix menyusut 0,57%.

Saham produsen mobil berjatuhan dengan Nissan anjlok hingga 3,30% dan Toyota terkapar 2,21%. Berbanding terbalik indeks Kospi di Korea Selatan justru naik tipis 0,38% walaupun saham automotif mengalami tekanan, dimana saham Kia Motors jatuh 2,91%.

Pergerakan di kawasan Asia terjadi ketika aktivitas manufaktur China menurun lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei. Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur resmi untuk Mei berada di level 49,4, dibandingkan ekspektasi 49,9 oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Pembacaan PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara yang di bawah itu menunjukkan kontraksi. Sedangkan bursa patokan Australia, yakni ASX 200 diperdagangkan flat pada akhir pekan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Zona Merah Lagi,...
Masuk Zona Merah Lagi, IHSG Ditutup Turun ke Level 5.970
IHSG Menguji Support...
IHSG Menguji Support Kuat 5.780, Saatnya Masuk ke Saham Bluechips
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Anjlok 1,76% ke Level 5.833
Bergerak 2 Arah, IHSG...
Bergerak 2 Arah, IHSG Ditutup Naik Tipis ke Level 5.834
Makin Anjlok, IHSG Ditutup...
Makin Anjlok, IHSG Ditutup Turun 1,27% ke Level 5.700
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 22 Poin ke level 5.785
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
24 menit yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
34 menit yang lalu
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
11 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
13 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
13 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved