Yen Jepang Melonjak Setelah Trump Mengancam Tarif Baru ke Meksiko

Sabtu, 01 Juni 2019 - 09:16 WIB
Yen Jepang Melonjak...
Yen Jepang Melonjak Setelah Trump Mengancam Tarif Baru ke Meksiko
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuka front baru perang dagang, dengan mengancam akan mengenakan tarif 5% bagi semua impor produk Meksiko mulai 10 Juni mendatang. Ancaman ini datang, karena Trump, menuding negara tetangganya di selatan tidak serius dalam menghentikan laju imigran ilegal yang masuk ke AS.

Ancaman ini membuat investor khawatir perang tarif dengan Meksiko, semakin menambah ketidakpastian ekonomi global, dimana sebelum ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing masih berlangsung, dan menimbulkan perlambatan ekonomi China yang berdampak ke negara-negara berkembang.

Melansir dari Reuters, Sabtu (1/6/2019), ancaman baru Trump memicu investor memburu aset safe haven seperti obligasi pemerintah dan yen Jepang. Hasil ini membuat yen menguat 0,8% terhadap dolar Amerika Serikat menjadi 108,78, level tertinggi sejak Februari.

Yen Jepang juga menguat tajam 0,7% terhadap euro menjadi 121,165, level tertinggi sejak 3 Januari.

Ahli strategi valuta asing di Commerzbank, Ulrich Leuchtmann, mengatakan potensi tarif baru buat Meksiko menambah kekhawatiran perang dagang karena bisa memicu ketidakseimbangan perdagangan.

"Kebijakan perdagangan AS telah berubah saat ini. Menggunakan ancaman tarif sebagai alat untuk tujuan politik. Ini membuat pemerintah AS bukan mitra yang bisa diandalkan dalam perjanjian perdagangan," kata Leuchtmann.

Kerugian dolar AS diperparah oleh pernyatan Wakil Ketua Federal Reserve, Richard Clarida. Ia membahas kemungkinan penurunan suku bunga jika ekonomi AS memburuk. Namun, Clarida menegaskan bahwa ekonomi AS saat ini sangat bagus.

Pernyataan Clarida soal terbukanya penurunan suku bunga jika ekonomi AS meredup di saat ada ancaman tarif, mendorong imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang turun ke posisi 2,13%, terendah sejak September 2017. Sehingga semakin mengikis keunggulan suku bunga antara imbal hasil dan utang pemerintah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BRICS Andalkan Transaksi...
BRICS Andalkan Transaksi Lokal Singkirkan Dolar AS, Tunda Pembentukan Mata Uang Bersama
AS Kembali di Tangan...
AS Kembali di Tangan Trump, Mimpi China Jadikan Mata Uang Yuan Terkuat Bisa Terkubur
Rusia: Dolar Jadi Senjata...
Rusia: Dolar Jadi Senjata AS untuk Perang Dagang Global
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
Gara-gara Perang Rusia-Ukraina!...
Gara-gara Perang Rusia-Ukraina! Sejarah Euro dan Dolar 20 Tahun yang Lalu Terulang
Dominasi Dolar AS Terkikis,...
Dominasi Dolar AS Terkikis, Transaksi Yuan di ASEAN Tembus Rp22.000 Triliun
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
6 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
8 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
8 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
10 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
10 jam yang lalu
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved