Rencana Bisnis Indofood Sepanjang 2019

Kamis, 06 Juni 2019 - 01:16 WIB
Rencana Bisnis Indofood...
Rencana Bisnis Indofood Sepanjang 2019
A A A
JAKARTA - PT. Indofood Sukses Makmur Tbk menganggarkan capital expenditure atau belanja modal sebesar Rp7 triliun sepanjang 2019. Bila dibandingkan tahun lalu, capex INDF turun sebesar 23% yang mana pada tahun lalu mencapai Rp 9,1 triliun.

"Jadi alokasi capex itu, sebesar Rp7 triliun yang terdiri dari Rp3,9 triliun akan diberikan untuk modal kerja anak perusahaan INDF yaitu Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Sedangkan sektor agribisnis mendapatkan dana sebesar Rp1,5 triliun," ujar Direktur Utama Indofood, Anthoni Salim di Jakarta.

Sedangkan lini bisnis tepung perusahaan yaitu Bogasari mendapat kucuran sebesar Rp 1,4 triliun. Sektor agribisnis mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 triliun. Selanjutnya untuk lini distribusi logistik mendapatkan kucuran sebesar Rp 200 miliar.

Dia mengatakan perseroan yang berkode saham INDF akan memfokuskan pada peningkatan-peningkatan unit perusahaan seperti pembangunan pabrik. "Kita sedang meningkatkan kapasitas beberapa pabriknya, tak terkecuali pabrik tepung di Tanjung Priok," jelasnya.

Sebagai informasi, pada tahun ini INDF sedang meningkatkan kapasitas beberapa pabriknya, tak terkecuali pabrik tepung di Tanjung Priok. Selain itu, Anthony menambahkan kapasitas itu nantinya akan membuat pabrik memiliki kapasitas hingga 1.200 ton per hari. "Kita juga sedang membangun satu pabrik tepung terigu baru. Ketika pembangunan itu selesai, akan ada penambahan kapasitas hingga 1.500 ton per hari," terang dia.

Selain itu INDF juga masih akan mencurahkan perhatian pada lini usaha agribisnis Sebagaimana diketahui, INDF memiliki beberapa anak perusahaan di sektor tersebut dimana dua di antaranya, PT Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) listing di Bursa Efek Indonesia dan satu perusahaan yaitu Indofood Agri Resources Ltd (IFAR) listing di pasar modal Singapura.

Menurutnya, sektor agribisnis merupakan sektor yang secara bisnis memiliki tingkat efisiensi dan efektivitas cukup tinggi. Untuk itu INDF terus memastikan untuk memilih bibit-bibit unggul dari komoditas di sektor tersebut. Cara itu digunakan untuk menambah kapasitas produksi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chitato Rasa Mi Goreng...
Chitato Rasa Mi Goreng Hadir Lagi di Indonesia
Mantul, Laba Produsen...
Mantul, Laba Produsen Indomie Tembus Rp2,8 Triliun
Snack Lays dan Cheetos...
Snack Lays dan Cheetos Bakal 'Menghilang' dari Pasaran, Ini Sebabnya
Lays, Doritos dan Cheetos...
Lays, Doritos dan Cheetos Absen di Indonesia Mulai Agustus 2021
29 Lowongan Kerja PT...
29 Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan S1, Peluang Karier di Perusahaan Besar
Indofood CBP Borong...
Indofood CBP Borong 49 Persen Saham Pepsico di IFL
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
52 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved