Alsintan Bakal Bisa Disewa Melalui Aplikasi Online

Senin, 03 Juni 2019 - 19:29 WIB
Alsintan Bakal Bisa...
Alsintan Bakal Bisa Disewa Melalui Aplikasi Online
A A A
JAKARTA - Alat mesin pertanian (alsintan) jadi salah satu solusi meningkatkan efisiensi usaha petani. Untuk memudahkan pengelolaan alsintan, Kementerian Pertanian pun menggencarkan program pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM).

Direktur Alsintan Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengatakan salah satu bagian PKBM, aplikasi UPJA Smart Mobile sudah diluncurkan tahun lalu di Jawa Tengah. Dengan adanya aplikasi tersebut, petani akan lebih mudah untuk menyewa alsintan, baik traktor atau pun combine harvester, karena sistemnya digital.

"Kita sudah uji coba di lima lokasi untuk pengembangan mekanisasi berbasis korporasi. Nantinya tiap UPJA difasilitasi Smart Mobile. Jadi ke depan ada Go-Jek Alsintan. Saat ini kita terus berupaya memperbaiki sistemnya," tutur Andi, Senin (3/6/2019).

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, menjelaskan PKBM meliputi pembuatan gudang alsintan, legalisasi struktur organisasi, pelatihan manajemen dan aplikasi UPJA Smart Mobile, dan penetapan petugas pendamping lapangan.

"Kegiatan ini sudah ada percontohannya di lima lokasi Kabupaten Tuban Jawa Timur, Sukoharjo Jateng, Konawe Selatan Sultra, Barito Kuala Kalsel, dan di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel," kata Sarwo.

Sampai saat ini menurutnya Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan alsintan tidak kurang dari 350 ribu unit. Terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, ekskavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung, dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015 alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, 2016 148.832 unit, 2017 82.560 unit, dan 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan brigade alsintan.

"Bantuan alsintan itu merupakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia," ujarnya.

Sarwo menjelaskan ada beberapa alasan pemerintah mendorong mekanisasi pertanian, di antaranya luas lahan pertanian makin menyusut yang diperkirakan konversi lahan mencapai 110.000 hektar per tahun, usaha tani belum efisien, dan kehilangan hasil masih cukup tinggi.

Selain itu menurutnya tenaga kerja petani juga makin berkurang. Apalagi di sisi lain generasi muda banyak yang tidak mau terjun ke usaha tani karena alasan kotor dan panas.

"Karena faktor-faktor itu kita ingin dengan alsintan mengubah mindset petani, dari bertani secara tradisional ke modern. Kita juga ingin usaha tani menjadi lebih efisien," katanya.

Sarwo mencontohkan, jika pengolahan lahan menggunakan tenaga manusia (cangkul), maka dalam 1 hektare sawah diperlukan 30-40 orang, lama pengerjaannya 240-400 jam/ha, sedangkan biayanya mencapai Rp2 juta-Rp2,5 juta per ha.

Sementara dengan alsintan (traktor tangan) hanya diperlukan tenaga kerja 2 orang, jumlah jam kerja hanya 16 jam/ha dan biayanya Rp900.000-Rp1,2 juta hektar.

Hal tersebut juga berlaku saat panen. Jika menggunakan alsintan hanya perlu 3 jam sudah selesai, sedangkan menggunakan tenaga manusia perlu waktu 1 minggu. Keuntungan lainnya adalah saat tanam bisa serentak, karena pengolahan lahan bisa cepat, sehingga petani bisa tanam 3 kali setahun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Gelontorkan...
Kementan Gelontorkan Alsintan untuk Petani Banyuwangi
Kementan Bantu Pertanian...
Kementan Bantu Pertanian Sumba Timur dengan Alsintan
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ternyata 25 Bantuan...
Ternyata 25 Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian Disewakan
Kementan Maksimalkan...
Kementan Maksimalkan Penggunaan Alsintan di Lokasi Food Estate dengan Bimtek
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
54 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved